![]()
SANGATTA (17/2-2019)
Dana Badan Layanan Umum (BLU) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kudungga Kutim,kurang untuk menutupi biaya operasional yang cukup tinggi. Direktur RSUD Kutim Anik Istiyandari, menyebutkan berharap mendapat tambahan dana operasioan dari Pemkab Kutim.
“ Kalau hanya ngadalkan dana BLU, tidak cukup untuk operasinal RSU yang memang cukup besar. Sebab, yang banyak dibutuhkan adalah pengadaan alat, termasuk pemeliharaan alat, termasuk untuk membayar jasa pelayanan. Ini lumayan besar, karena itu kami ingin ada dana tambahan,” kata Anik.
Diakui, untuk pengadaan, terutama untuk peralatan yang akan digunakan dokter-dokter spesialis yang bertambah seperti punya dokter jantung, dokter Urologi, semua membutuhkan alat. “kalau semua piutang RSU, terutama di BPJS terbayar mungkin kami bisa saja jalan tanpa bantuan. Namun karena piutang kami masih lumayan besar, karena itu tetap butuh tambahan bantuan dari APBD,” katanya.
Dijelaskan, selama ini pengadaan alat memang sebagian diadakan sendiri RSUD, juga sebagain dari dana Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pusat. Namun, itu tidak cukup, karena masih ada alat-alat yang seharusnya cepat diadakan, yang memang dibutuhkan, yang tidak mesti tunggu DAK. Karena itu, tambahan dana sangat diperlukan.
Seperti diberitakan sebelumnya, RSUD masih punya piutang yang cukp besar di BPJS. Bahkan, RSUD sendiri masi punya piutang di Dinkes, akibat Jamkesda belum dilunasi dari Dinas Kesehatan. (SK2)






