![]()
SANGATTA (16/7-2019)
Tingginya daya beli masyarakat ditambah besarnya beban hidup di Kutim yang membuat stress, diduga menjadi penyebab angka kriminalitas terutama penyalahgunaan Narkoba. Ketua PN Sangatta, Rahmat Sanjaya, belum lama ini menyebutkan kesimpulan yang ia kemukakan, kerap terungkap dalam persidangan dan menjadi alasan bagi para terdakwa pelaku kejahatan, terutama di kasus narkotika.
Didampingi Humas PN Sangatta, Andreas Pungky Maradona, dijelaskan, kasus narkotika mendominasi dan berada dalam peringkat pertama yang disidangkan di PN Sangatta. Meski mengaku tidak mengetahui pasti perbandingan tingkat kasus narkotika di wilayah Kutim dengan kabupaten dan kota lainnya di Kaltim, namun ia menyakinni meningkatnya daya beli masyarakat turut menjadi faktor pendukung meningkatnya kasus narkotika di Kutim.
“Pengalaman saya di beberapa daerah yang memang dikenal tingkat ekonominya rendah, kasus narkotika rendah. Hal ini dimungkinkan bahwa daya beli masyarakat tidak mampu untuk membeli narkotika jenis sabu atau ekstasi, sementara jika ingin mabuk, cukup dengan minuman tradisional saja yang terkenal murah meriah,” beber Rahmat Sanjaya yang pernah bertugas di sejumlah daerah yang SDA tidak sekaya Kutim.
Terkait kasus pencabulan, diakuinya selama ini menempati peringkat kedua, terutama kasus yang menjadikan anak-anak di bawah umur sebagai korban. Hal ini kemungkinan akibat beratnya hidup dan tinginya tingkat strees, terutama bagi masyarakat yang bekerja di lokasi perkebunan sawit. Sedangkan untuk kasus kriminal lainnya, seperti pencurian, perampokan dan pembunuhan, berada di dibawah pecabulan.
Ditambahkan Andreas, hingga bulan Juni tercatat 100 perkara pidana sudah mendapat vonis putus o Majelis Hakim PN Sangatta. Sedangkan hingga kini masih ada lebih kurang 50 kasus lagi yang masih berproses persidangan, dan didominasi oleh perkara narkotika jenis sabu. “Sidang pekara Narkoba hampir terjadi setiap hari, kalau diamati dalam sepekan putus dua atau tiga namun yang masuk lima pekara,” beber Andreas Pungky Maradona.(SK3)






