Beranda hukum Relaksasi Jangan Bebas, Corona Bisa Kembali Mewabah

Relaksasi Jangan Bebas, Corona Bisa Kembali Mewabah

0
Rapid test bagi warga masyarakat Sangatta Selatan yang diawasi aparat keamanan.

Loading

SAMARINDA (8/6-2020)

                Penyebaran Virus Corona belum menampakan penurunan signifikan meski tampak landai perkembanganya setelah Idul Fitri, bahkan ancaman tambah berkembang terbuka lebar pasalnya kedisiplinan masyarakat masih rendah. “Saat ini, masih ada kasus baru meski ada yang negatif maupun sembuh,” kata Wagub Kaltim Hadi Mulyadi terkait perkembangan Virus Corona di Kaltim.

Wagub Kaltim Hadi Mulyadi

Disebutkan, warga masyarakat yang  positif terpapar Corona  di Kaltim lebih 300  orang sementara yang sembuh  210 orang atau mencapai 58 persen lebih angka kesembuhan. “Besaran terpapar positif dari 34 provinsi se Indonesia, Kaltim berada di urutan ke 16. Padahal, sebelumnya di Maret dan April sempat masuk 10 besar atau posisi kelima,” beber Hadi, Senin (8/6).

Disebutkan, perubahan kondisi perkembangan Corona di Kaltim ini diakui  Hadi, selain upaya dan kerja keras serta strategi pemerintah dalam memutus rantai penyebaran Covid-19 juga  dukungan, masyarakat. “Pasien masih ada, berarti penularan masih terjadi. Kondisi ini harus dipahami dan disadari masyarakat, artinya  Covid masih mengancam,” jelasnya.

Ditengah masih adanya pasien Corona dan dilakukannya relaksasi, masih ditemukan warga masyarakat yang tidak mentaati imbauan seperti menerapkan protokol kesehatan.  Pengamatannya, di sentra perekonomian dan fasilitas umum termasuk  rumah  ibadah masih ada warga masyarakat tidak menggunakan masker dan tidak menjaga jarak.

“Dalam relaksasi yang diberlakukan Pemkot Samarinda, jelas jaga jarak dan pakai masker bagian upaya memutus penularan Covid. Prilaku ini menunjukkan warga tidak peduli, masih belum taat protokol kesehatan dan tidak patuh anjuran pemerintah,” ungkapnya.

Orang nomor dua di Pemprov Kaltim ini mengingatkan euforia new normal harus disikapi masyarakat dengan kewaspadaan dan kehati-hatian, sebab Kaltim belum menerapkannya. “Virus Corona tak tampak, jika kita lalai bisa jadi ia mewabah kembali bahkan tak terkendali,” bebernya.(SK8)