Beranda ekonomi Seno Aji Ajak Paguyuban Jawa Perkuat Budaya di Bumi Etam

Seno Aji Ajak Paguyuban Jawa Perkuat Budaya di Bumi Etam

0

Loading

Samarinda – Di tengah aroma kopi dan hangatnya canda tawa, suasana akrab menyelimuti kegiatan Halal Bihalal dan silaturahmi lintas paguyuban yang digelar di Sekretariat Paguyuban Magetan Samarinda (Pamasa), Perum Griya Mukti, Samarinda, Sabtu (19/4/2025). Wakil Gubernur Kalimantan Timur, H. Seno Aji, bersama istri Hj Wahyu Hernaningsih Seno, turut hadir dalam acara yang menjadi wadah pertemuan komunitas masyarakat Jawa di Kalimantan Timur.

Dalam sambutannya, Seno Aji menyebut acara ini sebagai silaturahmi luar biasa yang memperkuat hubungan antarwarga sekaligus mempererat persatuan dalam keberagaman.

“Ini silaturahmi yang luar biasa, para sepuh-sepuh juga hadir di sini. Semoga hubungan kita lebih bagus, kompak dan solid,” ujar Seno.

Ia mengapresiasi peran aktif lintas paguyuban dalam menjaga keharmonisan sosial di Kaltim. Menurutnya, komunitas semacam ini memiliki kontribusi nyata dalam menjaga ketertiban serta membangun ruang sosial yang inklusif dan rukun.

Seno juga menyampaikan rencana Pemprov Kaltim dalam mendukung pelestarian budaya Jawa melalui pembangunan fasilitas budaya yang terintegrasi dengan aktivitas ekonomi.

“Kita sudah merencanakan wadah pertemuan seluruh paguyuban. Di sana kita bangun joglo dan gerai-gerai UMKM,” jelasnya.

Wadah budaya tersebut akan dilengkapi dengan fasilitas pendukung seni tradisional seperti gamelan, wayang kulit, jaranan, dan reog. Seno berharap generasi muda dapat belajar dan mencintai budaya leluhur mereka meskipun berada jauh dari kampung halaman.

“Tahun 2027 semoga sudah selesai. Tapi pelan-pelan kita lengkapi dengan gamelan, wayang kulit, jaranan, reog. Agar anak-anak kita bisa belajar budaya Jawa,” tambahnya.

Komitmen ini, menurut Seno, sejalan dengan program prioritas Pemprov seperti Gratispol dan Jaspol yang menekankan pembangunan pendidikan dan kesejahteraan masyarakat berbasis kearifan lokal.

Dengan partisipasi aktif paguyuban serta dukungan pemerintah, identitas budaya masyarakat Jawa di Kalimantan Timur diharapkan terus terjaga dan berkembang, menjadi bagian tak terpisahkan dari harmoni multikultural di Bumi Etam.