![]()
SANGATTA,Suara Kutim.com (14/3)

Menurut Mahyunadi akibat pembakaran lahan dan hutan, kualitas udara di Kutim kembali memburuk sehingga berdampak terhadap kesehatan masyarakat. Saat memimpin Rapat Paripurna ke V DPRD Kutim dengan agenda Penandatangan Prolegda Tahun 2016 serta Tanggapan Pemerintah Terhadap Raperda Inisiatif Dewan, politisi Partai Golkar ini menilai kemarau yang kembali terjadi pada tahun 2016 harus diantisipasi dengan kesiapan semua pihak terutama dampaknya.
Dihadiri Wabup Kasmidi Bulang, diungkapkan pembakaran lahan hampir terjadi disemua kecamatan. “Kita berterima kasih dan menyampaikan penghargaan kepada rekan-rekan kita dari TNI, Polri yang begitu peduli sehingga siang malam bahkan tak mengenal lelah ikut memadamkan titik api,” sebut Mahyunadi.
Harapan serupa juga dilontarkan Wabup Kasmidi Bulang yang menerangkan Pemkab Kutim terus berupaya mengatasi kebakran hutan yang kian marak. “Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, pasalnya dampaknya luas terutama terhadap kesehatan manusia,” kata Kasmidi Bulang.(SK-02/SK-03/SK-14)






