Beranda hukum Ananda Moeis: Pancasila Adalah Permata Bangsa, Bukan Sekadar Simbol

Ananda Moeis: Pancasila Adalah Permata Bangsa, Bukan Sekadar Simbol

0
Ananda Emira Moeis, Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur
Ananda Emira Moeis, Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur

Loading

Samarinda – “Pancasila itu permata bangsa,” tegas Ananda Emira Moeis, Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur, beberapa waktu lalu di Gedung DPRD Kaltim. Dalam pandangannya, Pancasila bukanlah produk buatan, melainkan hasil penggalian nilai-nilai luhur yang telah hidup di tengah masyarakat Indonesia jauh sebelum kemerdekaan.

Pernyataan tersebut disampaikan di Gedung Utama B DPRD Kaltim, sebagai refleksi penting bagi seluruh elemen bangsa untuk memperkuat kembali fondasi kebangsaan di tengah era globalisasi.

“Pancasila itu bukan diciptakan, tapi digali oleh Bung Karno dari masyarakat Indonesia. Artinya, Pancasila ini sejatinya adalah hartanya masyarakat Indonesia sendiri. Inilah permata bangsa kita,” ujar politisi muda dari PDI Perjuangan ini.

Menurutnya, semangat gotong royong adalah roh utama dari Pancasila. Ia meyakini bahwa masyarakat Indonesia, termasuk di Kalimantan Timur, telah menghidupi nilai-nilai tersebut dalam keseharian mereka tanpa selalu disadari.

“Kita masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang Pancasilais. Kita bisa bersatu padu dan bergotong royong. Intinya ya di gotong royong itu. Dalam rangka membangun bangsa yang lebih maju, termasuk Kalimantan Timur, kita harus menjaga semangat ini,” ujarnya.

Dalam konteks Kalimantan Timur yang kini tengah bersiap menghadapi transformasi besar sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), Ananda menekankan pentingnya mempersiapkan generasi emas. Ia berharap generasi muda mampu mengemban amanah pembangunan dengan tetap berpijak pada nilai-nilai luhur Pancasila.

“Kita ini sedang menyiapkan generasi emas. Saya yakin, dengan semangat gotong royong dan nilai-nilai luhur Pancasila, kita bisa mencapai target itu. Kaltim bisa sukses, Indonesia pun bisa maju,” ucapnya optimistis.

Menanggapi peran pelajar dan generasi muda, Ananda melihat bahwa nilai-nilai Pancasila sebenarnya sudah hidup dalam keseharian mereka, seperti saling membantu teman yang kesusahan atau bekerja sama dalam kegiatan bersama.

“Secara tidak sadar kita sebenarnya sudah menjalankan Pancasila. Misalnya, ketika ada teman yang kesusahan, pasti dibantu. Atau saat berkegiatan bersama, pasti ada rasa kebersamaan. Itu bentuk dari nilai-nilai Pancasila yang sudah tertanam dalam diri kita sejak lama,” tuturnya.

Ia juga menegaskan bahwa nilai-nilai seperti persatuan, keadilan, dan kemanusiaan tidak hanya penting dalam forum atau seremonial, tetapi justru lebih bermakna jika diwujudkan dalam tindakan nyata sehari-hari.

“Pancasila itu hidup dalam keseharian kita. Maka tugas kita adalah menjaga dan meneruskan nilai-nilai itu, apalagi dalam era globalisasi ini,” pungkasnya. (ADV).