Beranda hukum Belum Ada UMKM Tutup, Namun Alami Penurunan Omset

Belum Ada UMKM Tutup, Namun Alami Penurunan Omset

0

Loading

SAMARINDA (16/6-2020)

                Mewabahnya Virus Corona, benar-benar memporakporandakan ekonomi sejumlah negara terlebih bagi negara berkembang, bahkan negara maju ikut kelimpungan dihantam virus yang belum ada obatnya ini.

                Yang paling merasakan dampak mewabahnya Corona yakni pelaku UMKM yang jumlahnya ribuan di Kaltim. Tak heran, Gubernur  Isran Noor minta perbankan  berkontribusi membantu mengatasi kesulitan yang dialami UMKM dengan inovasi program kredit lunak bagi para pelaku usaha yang benar-benar terdampak wabah virus corona.

“Inovasi dan dukungan pihak perbankan sangat strategis dalam upaya menumbuhkan kembali geliat usaha pelaku UKM dan UMKM. Inilah saatnya perbankan membantu dengan program kredit inovatif dampak Covid-19,” pinta Isran Noor saat mengikuti  Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bankaltimtara, belum lama ini.

Terpisah, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi (Disperindagkop) dan UKM Kaltim Fuad Asaddin, mengaku saat ini belum  ada pelaku usaha mikro kecil dan menengah yang gulung tikar karena pandemi ini kecuali  mengalami penurunan omset. “Tidak ada pelaku UMKM yang kolaps, hanya turun omset,” kata Fuad.

Penyebabnya, ujar Fuad, terjadinya  penutupan pasar malam, pusat perbelanjaan modern atau mall  tutup, dan sekolah yang masih diliburkan. Di sisi lain, ada pelaku UMKM yang mengalami kenaikan omset karena tingginya permintaan  yakni UMKM yang bergerak  di bisnis frozen food dan penjahit masker. “Kami terus lakukan pembinaan kepada UMKM bekerja sama dengan pihak ketiga untuk pelatihan salah satunya dengan Gojek dan edukasi keuangan kerja sama dengan OJK,” bebernya.(SK8)