![]()
Sangatta (27/3-2020)
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutai Timur bersama Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kutim, merilis jumlah stok ketersediaan bahan pangan dan sembako untuk wilayah Kutai Timur. Hal ini dilakukan kedua instansi teknis Pemkab Kutim ini untuk mengahpus kekhawatiran masyarakat Kutim terkait ketersediaan bahan pangan di daerah ini. Terlebih adanya kabar yang beredar terkait kelangkaan gula pasir di pasaran, termasuk mini market.
“Dari data yang kami miliki, ketersediaan gula pasir kita mencapai 96 ton. Sementara hitung-hitungan konsumsi perkapita/minggu sebesar 0,18 ton dan kebutuhan mingguan mencapai 70,05 ton. Maka masih ada stok sebesar 26 ton di Kutim dan tersimpan di gudang agen penyedia gula saat ini,” ujar Kepala Disperindag Kutim, Muhammad Zaini kepada wartawan, Selasa (24/3/2020).
Bersama Kepala DKP Kutim Sumarjana, diterangkan bahwa pembahasan bersama ini terkait dengan keamanan ketahanan pangan dan ketersediaan bahan pokok di Kutim, hingga minggu ketiga di bulan Maret 2020. Bahwa disebutkan, kedua belas item bahan pokok di Kutim kondisinya aman terkendali hingga memasuki bulan puasa ramadhan mendatang. Selain itu, rilis data ketersediaan bahan pokok ini untuk mencegah aksi menaikkan harga secara semena-mena dari para pedagang yang juga bertindak spekulan.
“Mulai dari beras (premium, medium, termurah) untuk produksi mencapai angka 561,19 ton dengan stok sebanyak 584 ton dan jumlah total 1.145,19 ton, dimana neraca kebutuhan dalam perminggunya 569,01 ton maka masih ada stok cadangan sebesar 576,18 ton,” jelasnya
Sementara itu, Sumarjana menyebutkan jika salah-satu tugas dinasnya adalah untuk menyampaikan ketersedian pangan di daerah. Berbicara ketersedian pangan tidak hanya bicara soal ketersedian stok pangan di pasaran, namun juga soal ketersedian produksi bahan pangan tersebut.

“Kita membahas 12 item kebutuhan pangan ada yang memang bisa diproduksi di wilayah kita sendiri, ada pula yang didatangkan dari daerah lain. Untuk tepung terigu jumlah ketersedian sebesar 46 ton, kebutuhan perminggu 28,23 ton dan masih ada surplus 17,77 ton. Untuk ketersedian sebesar 186,52 ton, kebutuhan perminggu 162 ton dan surplus sebesar 24,50 ton. Untuk cabai merah, keriting hingga besar, Kutim memiliki ketersedian sebesar 37,92 ton dengan surplus 8,67 ton. Untuk cabe rawit merah ketersedian mencapai 28,78 ton dan surplus 2,96 ton,” beber Sumarjana.
Adapun ketersedian bawang merah sebesar 26,78 ton dan surplus sebesar 1,94 ton, bawang putih ketersediannya sebesar 16,85 ton dan surplus 1,29 ton. Daging ayam ras ketersedian sebesar 75,81 ton dan surplus sebesar 4 ton. Daging sapi ketersediannya sebesar 20,05 ton dan surplus sebesar 2 ton, untuk minyak goreng ketersedian sebesar 86,40 ton dan surplus sebesar 1 ton. Dimana untuk telur ayam ras ketersedian mencapai 241,79 ton.
“Selama arus suplai barang dari produsen ke agen, distributor hingga konsumen lancar, maka Insyaa Allah dipastikan semua proses drop hingga ke pasar akan aman. Kami juga akan bekerjasama dengan Satgas (Satuan Tugas) Pangan dibawah kewenangan Kepolisian dan dibantu TNI-AD, untuk mencegah adanya aksi pedagang spekulan dan penimbun, yang bisa membuat langka bahan pokok di pasaran. Jika tertangkap dan terbukti ada aksi penimbunan, maka akan mendapatan sanksi tegas secara hukum.(Adv-Kominfo)






