Beranda hukum Ismu Ajak Masyarakat Waspadai Karhutla

Ismu Ajak Masyarakat Waspadai Karhutla

0
Upaya pemadaman Karhutla akibat pembukaan lahan dengan membakar pada tahun 2019 lalu.

Loading

SANGATTA (22/6-2020)

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi  ancaman di tengah mewabahnya Corona. Bahkan Karhutla berpotensi menjadi “bencana ganda” bersama pandemi virus Corona karena sama-sama memberi dampak negatif  terhadap pernafasan manusia.

Melihat dampak Karhutla,  Bupati Kutim Ismunandar mengajak masyarakat tidak  meremehkan Karhutla. “Pemkab Kutim sejak dini mempersiapkan  terlebih berdasarkan prakiraan cuaca, musim kemarau terjadi di bulan Juli,” sebut Ismu.

Menurut Ismu, yang tak kalah pentingnya penyuluhan kepada masyarakat penting karena tanpa dukungan masyarakat sebaik apapun program penanganan Karhutla, sia-sia. Ia tidak membantah, kebakaran yang terjadi selama ini karena masyarakat ingin membuka lahan dengan mudah dan cepat tanpa peduli dengan dampak yang ditimbulkan.

Terpisah,  Kepala KPHP Shahar Al-Haqq menerangkan  instansinya telah melakukan perencanaan terhadap penanganan Karhutla. Diakuinya, berdesarkan pengalaman tahun lalu, kemungkinan Kemarau tahun 2020 yang  prediksi puncaknya bulan  Juli dan Agustus 2020.

“Setiap status siaga  ada tindakan-tindakan yang harus dilakukan dalam kegiatan kehutanan. Misalnya patroli, penyuluhan dan sebagainya. Sampai dengan status tanggap darurat yang pasti dikeluarkan oleh pihak BPBD,” jelasnya.

Ia mengakui, dari pantaun dalam beberapa pecan terakhir  potensi Karhutla di Kutim cenderung menurun. “Berbeda dengan tahun lalu yang terjadi lebih cepat. Karhutla saat itu lebih dipengaruhi faktor siklus lima tahunan dan letak geografi daerah bersuhu panas,” beber Shahar.(SK3)