Beranda hukum Kantongi Izin, Masjid Langsung Ramai Dengan Jamaah

Kantongi Izin, Masjid Langsung Ramai Dengan Jamaah

0
Bupati Ismundar diperiksa suhu badannya sebelum masuk Masjid Al-Faruq Sangatta buntuk melaksanakan shalat Jumat.(Foto Humas Kutim)

Loading

SANGATTA (5/6-2020)

                Setelah resmi mengantongi ijin bisa beroperasi untuk melaksanakan ibadah di masa pandemic Corona, seluruh masjid di Sangatta Utara, sejak Jumat (5/6) subuh sudah melaksanakan shalat subuh berjamaah. Bahkan, ada yang Kamis (4/6) kemarin sudah menggelar shalat magrib dan isya berjamaah.

                Keramaian masjid menggelar shalat fardu ini, terdengar dari sound system pelaksanaan shalat fardu yang sudah 3 bulan tidak terdengar kecuali adzan pertama. “Alhamdulillah, gembira sekali bisa shalat fardu berjamaah di masjid terlebih pada Ramadhan lalu,” kata seorang pria bernama Yanto (45) ketika keluar Masjid Al-Faruq Sangatta Utara yang kali pertama menggelar shalat asar semenjak Corona mewabah.

                Sebelumnya ratusan jamaah mengikuti shalat Jumat di masjid terbesar di Kutim ini, diantara ratusan jamaah terdapat Bupati Ismunandar, Wabup Kasmidi Bulang, Sekda Irawansyah serta puluhan pejabat Pemkab lainnya demikian pula dengan pejabat dan perwira di lingkungan Kodim Sangatta, Lanal Sangatta serta Polres Kutim.

“Allhamdulillah, tentu  gembira dan bahagia  kita mulai lagi sholat berjamaah, ditengah mulai menurunnya corona  di Kutai Timur. Mudah-mudahan ini keberkahaan dan hingga benar-benar kembali normal seperti dulu,” kata Ismunandar usai shalat Jumat.

Diakui Ismu,  relaksasi di masa pandemic Corona untuk   beribadah merupakan keberkahan yang dinanti seluruh umat beragama. Ia mengakui, semua pengurus masjid dan rumah ibadah selama ini sudah mempersiapkan persyaratan untuk melaksanakan ibadah namun tetap dilarang.

Dengan kebijakan relaksasi, ia  mengajak masyarakat  selalu mengikuti  protokol kesehatan karena bisa Corona mewabah kembali karena ketidaktaatan masyarakat dalam beraktifitas seperti tidak menggunakan masker, tidak menjaga jarak dan mencuci tangan. “Protokol kesehatan yang dibuat bukan untuk siapa-siapa tetapi untuk diri kita sendiri dan lingkungan, kalau kita siap dan sehat tentu lingkungan kita juga sehat yang pada akhirnya corona tidak ada lagi,” beber Ismu yang sebelum masjid diperiksa suhu badannya oleh petugas Masjid Al-Faruq Sangatta Utara.(SK3)