
![]()
SANGATTA (25/1-2018)

Pengurus SKK Kutim Periode 2017-2022 dengan Petinggi Tuha (Ketua,red) Hj Ence U.R Firgasih gelar Raden Encek Ratna Putri, setelah diresmikan pembentukannya mendapat tepung tawar serta beras kuning dari Putra Mahkota Kutai Kartenegara, bahkan sejumlah pengurus diantaranya Idrus Yunus, Dobby Rizani, Edward Azran, Musyaffa, Abdal Nanang bersama Putra Mahkota menarik ketikai lepas.
Sesuai temanya Betulungan Etam Rakat Kutai Jagau (Gotong Royong, Kita Bersatu Kutai Kuat,red), pelantikan dilakukan dengan dangan gotong royong. “Semua saling bantu membantu, sehingga pelantikan bisa terlaksana. Inilah bukti, warga Kutai ingin Kutim berkembang dan menjadi kabupaten modern,” kata Musyaffa sebagai ketua panitia.
Pelantikan yang dihadiri Bupati Kutim Ismunandar, Dandim Letkol Inf Kamil Bahren Pasha, Kapolres Kutim AKBP Teddy Ristiawan, Kapten Laut Agung Rikwan (Lanal Sangatta), Ketua MUI HM Adam, Kepala Adat Besar Kutai Sangatta, Abdal Nanang serta sejumlah kepala SKPD, diterangkan UR Encek Firgasih untuk lebih merapatkan kekerabatan warga Kutai. “Kutai merupakan suku asli Kalimantan Timur, beragam adat istiadatnya harus dilestarikan sebagai warisan budaya bangsa. Selain itu, SKK Kutim hadir ingin membantu pemerintah dalam melaksanakan pembangunan dan peningkatkan kesejahteraan rakyat,” tandasnya.
Harapan serupa dilontarkan DR Sabran yang kesehariannya dosen pada Unikarta Tenggarong. Sahabat karib Edward Azran ini, mengajak keluarga besar SKK Kutai di Kutim terus menjaga keutuhan NKRI serta menggelorakan semangat persatuan dan kesatuan bangas.
Menurutnya, dunia saat ini berkembang pesat sehingga mengancam khasanah budaya bangsa. Saat ini, banyak generasi muda Indonesia termasuk generasi muda Kutai yang tidak mengenal budayanya namun mengenal budaya luar negeri. “Kondisi memudarnya pemahaman generasi muda Kutai akan adat istiadatnya, menjadi tantangan pengurus SKK Kutim. Adat Kutai harus bisa menjadi pelopor pelestarian budaya bagi adat lainnya serta turut serta membantu pemerintah dalam melaksanakan pembangunan,” pesannya.
Harapan serupa juga disampaikan Bupati Ismunandar, saat berpidato yang banyak diisi dengan pantun versi Kutai, ia mengingatkan Kutim sebagai kabupaten muda tidak terlepas dari Kutai. “Saya mendukung ada Serapo untuk kegiatan SKK Kutim, sehingga adat istiadat Kutai bisa dikenal dimana saja tidak hanya di Tenggarong,” ungkap Ismu.(SK10)
Susunan Pengurus SKK Kutai Timur :
1.Petinggi Tuha : Hj. Ence U.R Firgasih, SH
2.Penjawat Surat Tuha : H. Sayid Abdal Nanang Al Hasanie
3.Panglima Wilayah : Drs. H. Idrus Yunus M,Se
4.Petinggi Pore : Dr. H. M. Edward Azran, SE
5.Petinggi Pore Harian : H. Dobby Rizani, S.Sos
6.Penjawat Surat Pore : H. Musyaffa, S.Sos., M.Si
7.Penjawat Surat Pore Harian : Suriansyah Mutul, S. Hut., M.Si
8.Penjawat Pitis Pore : Drs. H. Suriansyah
9.Pengurus Surat Pore : Achmad Junaidi B, S.Sos., Si
10.Pengurus Surat Pore Muda : H. Drs. Aidil Fitri, MM
11.Kepala Logistik : Ayub, SE., M.Si
12.Administrasi Umum : Ence Achmad Mirza Hendarin
13.Litbang Organisasi & SDM : M. Nordin Asli Djamal
14.Sospol & Keamanan : Sony Kiting H. Suwin
15.Humas & Dokumentasi : Rusdiansyah, SE
16.Antar Lembaga & Ling Hidup : Ir. H. Suriansyah
17.Pelestari Seni dan Budaya : H. Padliansyah, SE
18.Ekonomi, Dana dan Investasi : H. Suriansyah SH
19.Hukum dan HAM : H. Jaini, SH., M.Hum
20.Perempuan dan Anak : Hj. Lenny Syafarina, SE
21.Pemuda dan Olahraga : Juliansyah, S.Hut
22.Akhlak dan Agama : H. Burni, S.Sos
23.Penguatan Urang Etam : Muli Edwin, S.Hut., MP
24.Pemasukan Pitis Betong : Syahrul, SE
25.Pelestarian Adat Sejarah : M. Jais. S.I.Kom
26.Teknologi dan Informasi : Aji Wardhana, SE





