![]()
SANGATTA (2/4-2018)

Keterangan yang dihimpun Suara Kutim.com, Rifky yang baru duduk dibangku kelas 2 SMP mengaku, dianiaya temannya sehingga mengalami sakit di dada. Akibat pengeroyokan, mata dan muka calon penghafal Al-Quran ini mengalami lebam-lebam. “Kejadiannya tiga hari lalu, ia dibawa pihak Ponpes ke RS AWS Syahrani Samarinda dan langsung diopname melalui ICU. Namun, setelah melalaui perawatan ICU, subuh tadi Rifky menghembuskan nafas terakhir,” terang Mariana Ahmad – Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kutim.
Informasi yang diterima Mariana, bocah penggemar olahraga sepak bola ini mengeluhkan dada dan perutnya. “Keluarga Rifky sudah melapor ke Polresta Samarinda, Jumat lalu,” terangnya seraya menambahkan jenazah Rifky setelah menjalani pemeriksaan di RSU AWS Syahrani Samarinda, kini dibawa keluarganya ke Sangatta. (SK12)






