![]()
SANGATTA (3/8-2018)

Sedangkan jamaah yang melakukan umrah sendiri, disebutkan biasanya terlihat dalam kelompok kecil maksimal 10 orang. “Kepadatan di Masjidil Haram semakin terasa saat shalat subuh, Magrib dan Isya,” tulis Syafranuddin.
Disebutkan, padatnya Kota Makkah sementara ini masih terkonsentarasi sekitar Masjidil Haram. Sehingga untuk melaksanakan shalat di pelantaran Ka’bah memerlukan esktra kesabaran karena harus berbagi dengan jamaah lainnya. “Harus bisa menahan keinginan buang angin, karena jika batal tempat wudhunya berjarak lebih kurang 300 meter,” kata Syafranuddin seraya menuliskan beberapa tempat wudhu yakni depan sa’i, depan Tower Zam-Zam dan sekitar terminal yang berada di bawah tanah.
Bagi jamaah yang berombongan tentu sulit untuk bisa bertemu kembali jika ingin beruwudhu, karena sekembalinya bisa jadi “terlempar” ke tempat lain karena jalan yang dilewati menuju pelantaran Ka’bah sudah ditutup terlebih menjelang shalat. 
Mengantisipasi terpisah dengan rombongan, jamaah harus ada kesepakatan untum titik temu serta membwa HP sehingga memudahkan komunikasi. “Saat ini udara di Kota Makkah sudah mencapai 44 derajat celcius, sungguh luar biasa panasnya karenanya jamaah diimbau tidak perlu beraktifitas berlebihan di luar pemondokan atau berdiam diri di Masjidil Haram terlebih di jalur sa’i yang lebih dingin,” sebut pria yang akrab disapa Ivan ini.(SK11)






