![]()
SAMARINDA (27/8-2020)
Situasi Kaltim yang kerap diguyur hujan, diakui Gubernur Isran membantu dalam pencegahan kebakaran lahan dan hutan. Kondisi ini, ditegaskannya tidak memperparah gangguan kesehatan manusia di tengah mewabahnya Corona.
Saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Antisipasi dan Kesiapsiagaan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Ballroom Hotel Jatra Balikpapan, Selasa (25/8), ia menyatakan kebakaran hutan dan lahan, harus diantisipasi. “Kebakaran hutan sudah termasuk kategori bencana. Bencana bagi daerah, juga bencana bagi negara tetangga. Bencana kesehatan, sosial, bahkan juga mengganggu aktivitas ekonomi, seperti terganggunya lalu lintas penerbangan,” bebernya.
Ditegaskan Isran, Karhutla menjadi perhatian serius presiden bahkan Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2020 terkait pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan, lebih dahulu dari Inpres terkait Corona.
Instruksi presiden tentang Karhutla itu, beber Isran, mengatur soal bagaimana upaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan, serta bagaimana mengatasi setelah terjadinya bencana tersebut.
Lebih jauh, dijelaskan, Kaltim patut bersyukur Ketika provinsi lain suhu wilayah sudah mulai panas akibat cuaca. “ Kaltim masih tetap adem, karena hingga akhir Agustus, hujan masih intensif mengguyur Benua Etam,” sebutnya.
Meski demikian, Isran berharap kepada semua pihak dan terutama instansi terkait yaitu Dinas Kehutanan, BPBD, Dinas Lingkungan Hidup, para pengusaha atau badan usaha, baik swasta maupun pemerintah, termasuk masyarakat dan berbagai komunitasnya untuk bersama-sama mencegah kemungkinan terjadinya karhutla.(SK8)






