![]()
SAMARINDA (4/9-2020)
Tingginya kasus Covid-19 di Kaltim, penyebabnya beragam mulai kluster baru, hingga masih rendahnya kesadaran masyarakat akan Protokol Kesehatan. Selain itu, potensi terbesar yakni Kaltim tujuan pendatang dari wilayah kasus Covidnya tertinggi di Indonesia seperti Jawa Timur, DKI Jakarta, Kalimantan Selatan dan Sulawesi Selatan.

“Kaltim sempat diposisi 17 secara nasional perkembangan kasus terkonfirmasi positif covid. Kini perkembangannya meningkat. Tapi, untuk kasus sembuh kita masih tinggi mencapai kurang lebih 60 persen,” kata Wagub Kaltim Hadi Mulyadi.
Disebutkan, kasus virus Corona ini masih terkendali di Kaltim meski, warga pendatang dari provinsi enam besar tersebut menjadi penyumbang terbesar. Dijelaskan, kenaikan terkonfirmasi masih terlihat naik tajam karena pendataan biasa yang digabungan selama dua hari berturut-turut.
Menurut Hadi, saat ini penanganan pasien korban corona sudah baik. Tindakan preventif atau penanganan pencegahan terus dilakukan. “Saya meminta masyarakat juga bisa mengikuti anjuran pemerintah atau protokol kesehatan. Sehingga bersama-sama mencegah penularan kasus terkonfirmasi positif,” harapnya.
Sementara itu, gugus tugas percepatan penanganan Covid 19 Kaltim bersama TNI dan Polri serta Satpol PP Kaltim, mulai melakukan sosialisasi penegakan disiplin masyarakat. Sosialisasi di beberapa tempat di Samarinda, dijelaskan Kepala BPBD Kaltim, Yudha Pranoto sebagai implementasi Pergub Kaltim. “Setelah masa sosialiasasi, nanti akan dilakukan penindakan sesuai Pergub Kaltim,” terangnya.(SK8)






