
![]()
SAMARINDA (2/6-2020)
Setelah melalui proses yang cukup lama, Pemprov Kaltim, Selasa (6/2) mulai menyalurkan Bansos Jaring Pengaman Sosial (JPS) dampak Corona. Kelompok pertama yang menerima Bansos JPS Pemprov Kaltim adalah Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Kaltim.

Bantuan diserahkan simbolis Wagub Kaltim Hadi Mulyadi diwakili anggota ASTI PHRI, HPI, ASITA, PPJI, APJI, ASPI, PUTRI, ASPPI. Disaksikan Pj Sekda HM Sa’bani dan pejabat lainnya, bantuan yang diserahkan berjumlah Rp750 ribu.
“Bantuan Bansos JPS ini terbatas, tapi apa yang dilakukan merupakan bagian dari cara kita bergotong royong membangun Kaltim, membangun Indonesia. Terutama bersama-sama dalam menghadapi wabah virus Corona,” kata Hadi Mulyadi.
Wagub mengakui mewavahnya dampak wabah Corona merambah ke berbagai lini kehidupan terutama sektor ekonomi telah terjadi pelemahan tidak terkecuali bagi pelaku disektor pariwisata. “Semoga dengan kerjasama dan gotong royong ini kita mampu menghadapi bahkan melewati Covid-19. Semoga apa yang kita lakukan mendapatkan berkah dan rahmat Allah SWT,” harap Hadi.
Kepala Dinas Pariwisata Kaltim Sri Wahyuni menyebutkan Bansos terdampak pandemi Covid-19 tahap pertama untuk 3.495 penerima. Dari 10 daerah yang ada, penerima terbanyak di Samarinda yakni 1.951 orang, kemudian Balikpapan (936), Bontang (198), Kukar (150), Kutim (116), Berau (86), PPU (25), Paser (19) dan Mahakam Ulu ada 14 orang.
“Bansos bagi pekerja Parekraf terdiri usaha akomodasi, jasa makan minum, tata boga, perjalanan wisata, usaha spa dan usaha terkait ekonomi kreatif dan pariwisata,” jelas Sri Wahyuni seraya menyebutkan semua Bansos dibayarkan melalui Bank Kaltimtara dan BRI.
Dijelaskan, Bansos JPS yang menggunakan APBD Kaltim Tahun 2020 ini diperuntukan 3 bulan terhitung bulai Mei, Juni dan Juli masing-masing sebesar Rp250 ribu perbulan. “Untuk memudahkan, dana Bansos JPS diserahkan masing-masing sebesar Rp750 ribu perorang,” ungkap Sri Wahyuni.(SK8)





