![]()
SANGATTA (7/10-2018)
Tim rescue PT KPC yang tergabung dalam tim evakuasi korban Gempa Bumi dan Tsunami di Palu, Sigi dan Donggala terus bergerak dan menyisir bangunan yang runtuh dengan perkiraan masih terdapat korban.
Al hasil, setelah menyusuri Hotel Mercure Palu, tim yang terdiri Noldy Tambayong, A.Kopong, Basri, Fery, Menadris, Ilham, Achsan, Farid dan Dokter Tri Suhendro, Sabtu (6/10) kemarin menemukan satu korban di Pondok Pesantren Tahfidz Quran – Banua Palu. “Ada tiga korban yang ditemukan tim KPC bersama tim lainnya, dalam operasi yang menggunakan alat berat itu sengaja membongkar setiap reruntuhan dan hasilnya ada tiga orang yang ditemukan dalam keadaan meninggal dunia,” terang Noldy.
Kepada Suara Kutim.com dijelaskan upaya pencarian korban terus dilakukan semua tim dan relawan, di bawah komando Basarnas.
Noldy mengakui, sasaran tim umumnya pada gedung atau bangunan yang runtuh akibat gempa bumi serta pergeseran tanah. “Kondisi lokasi memprihatinkan, selain korban yang kehilangan harta benda serta keluarga yang benar-benar memerlukan bantuan juga keadaan lokasi yang luluh lantah karenanya perlu kehati-hatian dalam melakukan pencarian,” terangnya.
Terkait hingga sampai kapan operasi dilakukan, disebutkan Tim Rescue KPC akan melakukan sesuai standar Basarnas dan BNPB. “Hanya malam hari saja pencarian dihentikan, kalau siang pencarian dilakukan dengan berbagai cara baik agar semua korban bisa ditemukan meski harapan selamat tipis,” bebernya.
Tim rescue KPC berangkat ke Palu, Senin (1/10). Sebelumnya mereka bermalam di Makassar – Sulsel sebelum melanjutkan perjalanan ke Palu.
Di Palu, mereka langsung bergabung dengan Tim Basarnas, dan pada Rabu (3/10), melakuka pencarian Ngura Rai Palu dan di Diponegoro Kecamatan Ulu Jadi yang berhasil mengevakuasi dua jenazah.(SK11)






