![]()
SUARAKUTIM.COM, SANGATTA – Sebanyak 140 guru ngaji yang ada di Kutai Timur mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Tahsin Al-Qur’an dengan metode Ummi. Dilaksanakan di Hotel Royal Viktoria Sangatta, kegiatan yang digagas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Timur dengan menggandeng Ummi Foundation.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim, Mulyono kepada wartawan menyebutkan jika pemerintah mempunyai tanggung jawab untuk meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat, namun tidak hanya mencerdaskan otak tetapi juga berupaya mencerdaskan mental dan spiritual masyarakat.
”Untuk meningkatkan kualitas pendidikan itu kita tidak cukup mencerdaskan otaknya saja tapi juga mencerdaskan mental dan spiritualnya. Termasuk bagi yang muslim, ini ada pembelajaran Al-Qur’an,” ucap Mulyono, Jum’at (21/11/2025).
Lanjutnya, metode pembelajaran Al-Qur’an di Kutim ini sudah mulai dilakukan Disdikbud Kutim sejak tahun 2023-2024 dengan menambahkan 2 jam pelajaran setiap pekannya, namun pada saat itu masih berupa projek kepada 27 sekolah negeri di Sangatta dengan 49 guru ngaji. Sedangkan pada tahun ini, program pembelajaran Al-Qur’an bagi siswa SD dan SMP kembali ditingkatkan.
”Pada tahun ini kita tingkatkan menjadi 39 sekolah, khususnya semua Sekolah Negeri SD dan SMP di Kecamatan Sangatta Utara dan Sangatta Selatan. Nah, ini kan memerlukan guru sebanyak 157 orang, tetapi setelah kita seleksi dan tersaring sebanyak 140 orang,” sebutnya.
Sebelum diterjunkan untuk mengajar, para guru ngaji ini diberikan pembekalan metode terkait teknik mengajar mengaji Al-Qur’an sesuai standarisasi, terkait Tahsin Al-Quran. Dengan menggandeng Ummi Foundition, Disdikbud Kutim kemudian menggelar Bimtek sekaligus sertifikasi kepada para guru ngaji ini.
”Para guru ngaji yang direkrut dari masyarakat umum ini sebelum mengajar, ini perlu di Bimtek dan sertifikasi langsung oleh Ummi Foundation. Hal ini biar metode pengajaran Al-Qur’an mereka sudah terstandar,” jelas Mulyono.
Terkait metode pemberian gaji, Mulyono menyebutkan jika para guru ngaji ini nantinya akan diberikan honor sebesar Rp1,5 juta setiap bulannya yang dialokasikan dari anggaran Disdikbud Kutim.
”Nanti para guru ngaji ini akan kita berikan honor sebesar Rp1,5 juta setiap bulannya, yang diambilkan dari anggaran Disdikbud Kutim,” pungkas Mulyono.(Red-SK/ADV)









