Beranda ekonomi Lewat Pantun, Ismu Minta Sawah Jangan Jadi Tambang

Lewat Pantun, Ismu Minta Sawah Jangan Jadi Tambang

0

Loading

SANGATTA (27/3-2018)
Bupati Kutim Ismunandar mengharapkan lahan pertanian di Desa Sekerat dan Sepaso, dipertahankan menjadi sumber ketersediaan pangan. Harapan yang disampaikan dalam sebait pantun itu, disampaikan Ismu saat melakukan panen padi di atas lahan seluas 61 Ha, Selasa (27/3).
Bersama Kadis Pertanian Sugiono, Camat Bengalon Ahmad serta Kades Sekerat Johansyah, menyebutkan lahan pertanian di Kutim mengalami penyusutan akibat dialih fungsikan baik sebagai areal tambang maupun perkebunan kelapa sawit. “Sawah menguning siap diketam, padi ditumbuk bersama keluarga, pertahankan terus tanah etam, jangan jadikan tambang batu bara, ” ujar Ismu dalam sebuah pantun.
Pernyataan yang diungkapkan Ismu melalui pantun ini, merupakan bentuk kekhawatirannya akan nasib lahan pertanian di Kutim. Ia menandaskan, lahan pertanian di Kutim memberi arti terhadap ketahanan dan swasembada pangan Kaltim.
Di pantun lainnya, ia menaruh harapan stakheolder ikut membangun sektor pertanian dan peduli dengan perluasan areal pertanian seperti diungkapkannya lewat pantun “Air polder mengairi sawah, polder dibangun mencetak sawah, saya minta kepada semua stakeholder untuk menata desa sebagai tujuan wisata daerah”.
Sekerat yang berada di bibir Selat Makassar selama ini dikenal sebagai areal latihan gabungan TNI, selain itu pantainya yang landai ditambah gunung kapur yang memanjang hampir sama dengan pantai, kini pengunjung bisa menikmati aksi paralayang yang kerap diperagan atlit paralatang Kutim yang dipimpin Hariansyah Masdar.
Melihat potensi Sekerat, Ismu menaruih harapan PT KPC dan PT PIK memperhatikan jalan menuju Sekerat. Menurut Ismu, jika jalan memadai tentu Sekerat menarik perhatian masyarakat yang ingin menikmati keindahanm pantai dan alamnya. “Yah, hitung-hitung sebagai kenang-kenangan jika tidak menambang lagi,”ujar Ismu seraya melirik perwakilan PT KPC dan PIK.
Pj Kepala Desa Sekerat Johansyah menerangkan lahan pertanian yang digarap warganya seluas 186 Ha. Mereka ujar Johansyah, terbagi dalam 14 kelompok tani sedangkan yang dipanen Bupati Ismunandar milik kelompok Tani Tirta Jaya Dusun Mampang. “Saat ini yang berhasil dipanen maksimal 5 ton perhektar, kami berharap kedepan bisa mencapi 8 ton tentu dengan perlakuan khusus,” terangnya seraya menambahkan bibit yang digunakan yakni Mikongga dari Kaubun dan Ciliwung dari Sulawesi. (SK5)