![]()
SANGATTA (21/5-2018)
Permasalah minimnya obat di rumah sakit, terutama rumah sakit Pratama Sangkulirang, menjadi perhatian Uce Prasetyo – Anggota DPRD Kutim. “saya tidak ngerti, bagaimana masalahnya,” katanya.
Meski demikian, ia menandaskan, masalah utang Dinas Kesehatan dari rekanan atau pemasok obat yang belum terbayar sehingga Dinas Kesehatan belum mendapat pasokan obat, tidak ada kaiatannya.
“Yang kami tau, yang berutang itu pemerintah dari rumah sakit. Jadi pemerintah berutang pada RSUD, terkait dengan utang Jamkesda. Saat pembahasan anggaran, kami sudah anggarkan sekitar Rp8 miliar, didalamnya untuk menanggulangi pengobatan masyarakat miskin tahun ini. Namun, apakah anggaran pada saat pembahasan pertama itu berlanjut, atau tidak, sebab saya tidak tau saat pembahasan anggaran ke II, mungkin saja ada rasionaslisasi, sehingga berkurang,” katanya.
Namun, jika kekurangan obat yang terjadi saat ini di rumah sakit ada kaitan dengan utang Dinas Keshatan, seharusnya dinas terkait mensiasatinya, agar teratasi. Menurutnya, soal anggaran, bisa dimasukkan di APBD Perubahan. “Jadi dinas harus kreatif mengatasi masalah kekurangan obat. Nanti pada pembahasan APBD perubahan anggaran prioritas semacam ini, bisa dimasukkan,” katanya. (ADV-DPRD KUTIM)






