![]()
SANGATTA (2/4-2019)
Keinginan masyarakat agar Pemkab Kutai Timur membangun pabrik pengolahan minyak mentah sawit atau Crude Palm Oil (CPO) di Kutim, menurut Bupati Ismunandar bukanlah hal yang sulit. Hanya saja dirinya terlebih dahulu meminta komitmen dari semua pihak akan keberlangsungan pabrik.

Berkembangnya perkebunan kelapa sawit di Kutim, juga menarik pemodal untuk membangun pabrik CPO. Kehadiran Pabrik CPO seperti milik PT Wira Innova di Sandaran selain menghasilkan CPO juga membuka lapangan kerja baru.
“Komitemen itu, ujar Ismu, tidak saja kalangan pengusaha maupun masyarakat atau petani teta[I elemen lainnya, sehingga pabrik terus beraktifitas dan memberi arti bagi daerah,” kata Ismu terkait wacana pendirian pabrik CPO berskala besar di Kutim.
Dikatakan, saat ini Pemkab Kutim terus melakukan kajian terkait wacana pendirian pabrik CPO berskala besar di Kutim. Hanya saja, Ismu meminta sebelum pabrik tersebut dibangun, harus terlebih dahulu ada kepastian pasokan, berapa jumlah tandan buah segar (TBS) sawit yang bisa dikelola.
“Harus ada kejelasan berapa ribu hektar dan TBS sawit dari tanaman rakyat yang bisa ditampung oleh pabrik. Selain itu, juga harus ada kesungguhan dari pihak petani terkait kesiapan memasok TBS ke pabrik. Jangan sampai saat kesusahan akibat tidak ada yang mau menampung TBS, berteriak agar dibangunkan pabrik. Namun saat sudah berdiri pabrik CPO, malah ditinggalkan,”|sebut Ismu.
Disebutkan, kunci dari keberhasilan usaha adalah harus ada komitmen dari semua pihak, baik dari pihak pengusaha yang akan mendirikan pabrik CPO, maupun masyarakat sebagai petani sawit mandiri. Komitmen ini harus sama-sama dipegang, agar terbangun dan terjaga iklim investasi di Kutim. (ADV-Humas Setkab Kutim)






