Beranda hukum Dirawat 2 Bulan, Korban Corona Sempat Jadi Lurah dan RT Ruang Isolasi...

Dirawat 2 Bulan, Korban Corona Sempat Jadi Lurah dan RT Ruang Isolasi RSU Kudungga

0
Pasien korban Corona yang sempat menjalani perawatan lebih 2 bulan di RSU Kudungga, Sabtu (30/5) akhirnya dinyatakan sembuh.

Loading

SANGATTA (30/5-2020)

                Jumlah pasien korban virus Corona yang sembuh terus bertambah, setidaknya ada 2 orang pasien yang dirawat lebih 2 bulan lebih di RSU Kudungga Sangatta Utara, Sabtu (30/5) bisa berkumpul dengan keluarga setelah dinyatakan sembuh.

                Dua pasien yang melalui 2 kali pemeriksaan Swab, sudah tidak ditemukan lagi virus Corona, terang Kadis Kesehatan Kutim, Bahrani Hasanal, selama ini berkode KTM 3 dan 5 dari kluster India. “Sembuhnya  kedua pasien kluster India  ini merupakan kado indah bagi tim medis, pasalnya keduannya merupakan pasien yang dirawat lama  di RSU  Kudungga,” terang Bahrani.

                Disebutkan, KTM 3  menjalani perawatan di RSU Kudungga sejak tanggal 27 Maret 2020, sementara KTM 5 sejak tanggal 4 April 2020.   Bahrani, menerangkan  pasien yang masuk cluster India  satu perjalanan yang sebelum ke Indonesia transit di Singapura.

Dari Jakarta, keduanya melanjutkan perjalanan ke Sangatta dengan pesawat  dari Balikpapan. Diungkapkan Baharani, selama dirawat keduanya sudah menjalani belasan kali pemeriksaan sampel swab hingga  tes swab dua kali berturut-turut dinyatakan  sembuh.

Diungkapkan, selama 2 bulan lebih dirawat, KTM 3 sempait menjalani 13 kali tes swab,  dimana 11 kali diketahui masih ditemukan virus corona dalam dirinya dan pada dua kali terakhir  baru dinyatakan negatif. Sementara  KTM5 sempat menjalani 12 kali proses swab, dan pada dua kali swab terakhir baru dinyatakan negative.

Bahrani mengakui,  lamanya perawatan dan banyaknya proses swab yang dilakukan kepada keduanya   sempat membuat tim medis kebingungan dan merumuskan treatment dan pengobatan apa yang harus dilakukan agar kedua pasien ini bisa sembuh.

“Meski dari beberapa kali tes swab keduanya masih dinyatakan positif, namun kondisi keduanya sangat bugar dan tidak ada keluhan sakit. Kondisi ini juga dialami oleh KTM-1 yang menjalani perawatan di RSUD AM Parikesit Tenggarong,” jelas Bahrani.

Terpisah, Direktur RSUD Kudungga Kutim, Anik Istiyandari mengungkapkan kegembiraan dan rasa syukurnya atas kesembuhan serta kepulangan pasien KTM3 dan 5 5.”Berita kesembuhan kali ini adalah spesial, karena keduanya  merupakan pasien pertama yang dirawat di RSUD Kudungga yang kemudian ditetapkan sebagai pasien konfirmasi Covid-19. Walaupun sebelumnya ada pasien lain yang dirawat, namun statusnya hanya ODP atau PDP,” ujar Anik.

Anik menambahkan, lamanya proses perawatan yang dijalani  pasien KTM3 dan 5 membuat keduanya  akrab dengan tim medis COVID-19 RSUD Kudungga. Bahkan keduanya memiliki julukan khusus atas status perawatannya  yakni sebagai Pak Lurah dan Pak RT di instalasi khusus COVID-19 RSUD Kudungga. “Setelah dirawat selama dua bulan lebih beberapa hari akhirnya mereka dinyatakan sembuh, bahkan mereka  sering bercanda menjuluki dirinya sebagai Pak Lurah danPak RT karena lamanya mereka dirawat,” beber Anik.

Kepulangan KTM3 dan 5 yang dilepas khusus oleh tim medis itu, menambah jumlah pasien corona di Kutim berkurang. “Sudah  18 orang sembuh, yang dalam perawtaan sebanyak 22 orang semoga dalam waktu tidak lama lagi mereka juga segera meninggalkan RSU Kudungga karena kesehatan mereka terus membaik dari hari kehari,” ungkap Anik.(SK3)