![]()
SAMARINDA (16/6-2020)
Dinas Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Kaltim, diakui Dadang Sudarya – Plt Kadis PTPH Kaltim, menggagas Gerakan Percepatan Tanam menuju pencapaian target kemandirian pangan tersebut.

Dadang Sudarya – Plt Kadis PTPH Kaltim ikut menanam benih padi.
Sekarang ini, sebut Dadangm, instansinya sedang melakukan Gerakan Percepatan Tanam untuk meningkatkan produksi padi. Disebutkan, antara bulan April-September ditargetkan seluas 34 ribu hektar tergarap sementara antara bulan April hingga Mei sudah mencapai 13,1 ribu hektar.
Saat melakukan penanaman padi pada Gerakan Percepatan Tanam Musim Tanam Asep 2020 di Kelompok Tani Sumber Rejeki Putra, Desa Manunggal Jaya, Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara, akhir pekan lalu, ia menyebutkan, Pemprov Kaltim terus membantu petani agar dapat terus meningkatkan produksi padi karenanya dibuat berbagai program termasuk membuat program inovatif yang belum pernah diusulkan seperti anggaran untuk demonstrasi plot (demplot) dan uji lapangan. Program lain bagi PPL yang berada di garis terdepan bersama petani pun sudah disiapkan.
Sayangnya, program yang dibuat bisa kembali digelorakan karena sebagian anggaran difokuskan untuk Covid-19. “Mudah-mudahan tahun depan program inovasi tersebut sudah bisa kita kembangkan,”ungkapnya dihadapan sejumlah petani di Desa Manunggal Jaya Kukar.
Kepala Desa Manunggal Jaya, Sukemi menerangkan lahan persawahan di desanya 283 hektar, sedangkan lahan potensial yang masih mungkin dikembangkan sekitar 100 hektar. “Produksi padi petani per hektar bisa mencapai 6 hingga 7 ton, tapi saat ini maksimal hanya 5 ton per hektar,” bebernya.
Ia mengakui, kendala yang kerap dihadapi warganya yang sebagian besar eks peserta transmigrasi, terbatasnya air. Menurutya, jika ada embung masalah air untuk persawahan bisa diatasi sehingga berdampak terhadap produksi padi. “Kami masih tadah hujan. Kalau musim hujan kelebihan air jadi banjir, kalau kemarau kekurangan air, tidak bisa menanam,” ungkapnya.(SK8)






