
![]()
SANGATTA (5/7-2020)
Wabup Kutim Kasmidi Bulang yang baru tiba dari Jakarta, Ahad (5/7) pagi sempat bertandang ke Kantor Bupati Kutim yang kini masih disegel KPK. Kedatangan Kasmidi di Bukit Pelangi ini untuk mengetahui keadaan kantor tempat ia mengabdi dalam 4 tahun terakhir.

Meski sudah berada di Kantor Bupati yang akrab disebut gedung putih ini, orang nomor dua ini tidak naik ke lantai dua dimana ruang kerjanya berada. “Pak Wabup, dibawah saja melihat – lihat keadaan kantor setelah itu pergi,” terang Kepala Satpol PP Didi Hardiansyah yang bersama anggota Satpol PP Kutim, mengamankan Kantor Bupati.
Pengamatan Suara Kutim.com, di kantor yang berdiri megah menghadap Selat Makassar ini, setiap orang yang akan masuk ditanya. Namun, rata-rata mengaku ke ATM meski hanya sekedar pura-pura karena tujuan utamanya ingin melihat lokasi penyegelan.
Sementara di lantai dua Kanor Bupati Kutim, tampak jelas label KPK melintang di pintu ruang kerja Bupati Is, serta Sekda Kutim Irawansyah. Sementara ruang kerja Kasmidi dan Suroto – Asisten Ekbang Setda Kutim tidak dipasang garis KPK yang berwarna hitam merah bertuliskan KPK.
Pada ruang kerja Sekda Irawansyah, tampak sekali kedua pintu masuknya ditempeli pita KPK. Akibat penempelan pita ini, Sekda Irawansyah mengaku tidak bisa masuk dan akan bekerja di rumah.
Sementara itu, beberapa lokasi yang disegel KPK sejak Kamis malam lalu, hanya dijaga anggota Satpol PP. Terutama pada Rumah Jabatan (Rumjab) yang berada di atas bukit, terlihat 7 orang anggpota Satpol yang berjaga.
Keterangan yang diperoleh Suara Kutim.com, lokasi yang disegel KPK sudah dipasang CCTV yang bisa dipantau langsung KPK dari Jakarta. “Kabarnya, setiap lokasi penyegelan dipasang CCTV oleh KPK, jadi siap yang mau mencoba memaksa masuk ketahuan selain itu semua kunci terutama kunci Rumjab Bupati sudah dibawa,” sebut sumber media ini.(Tim Redaksi)





