![]()
SAMARINDA (29/7-2020)
Setelah berlangsung 3 hari, Latihan Posko I “Tombak Sakti” yang digelar Yonif 611 Awang Long, dilakukan aplikasi latihan dengan maket medan sebenarnya. Aplikasi yang dikendalikan Danyon 611 Awang Long Mayor Inf Albert Frantesca, ini untuk lebih mematangkan rencana latihan selanjutnya.
“Aplikasi medan tempur ini, untuk mengendalikan pasukan dengan tujuan penghancuran sasaran tempur dengan demikian selesai penghancuran sasaran,” terang Danyon 611 Awang Long Mayor Inf Albert Frantesca.
Latihan Posko I Tombak Sakti yang melibatkan semua prajurit Yonif 611 Awang Long ini, Rabu (29/7) ditutup Kepala Seksi Operasi (Kasiops) Korem 091/ASN Kolonel Inf Hendri Wijaya mewakili Danrem 091 ASN Brigadir Jenderal TNI Cahyo Suryo Putro.
Dalam amanatnya, Danrem mengharapkan Latihan Posko I Batalyon Infanteri 611 Awang Long ini, pengetahuan dan pengalaman peserta bertambah karena selama latihan seluruh teori dan pengetahuan diaplikasikan dan diolahyudhakan sesuai hakekat ancaman yang diperanggapkan, serta dinamika persoalan yang dihadapi dilapangan.
Danrem juga menambahkan rangkaian kegiatan yang dilakukan dari tahap perencanaan, persiapan serta pengendalian suatu operasi termasuk dinamika persoalan dan kendala-kendala yang timbul dalam pelaksanaan suatu operasi yang muncul dengan intensitas tinggi serta dibatasi oleh ruang dan waktu bisa diatasi dan diwujudkan dengan baik.
“Latihan Posko I Tombak Sakti diharapkan bermanfaat untuk melatih serta meningkatkan kemampuan kesiapsiagaan dan profesionalisme personel Yonif 611 Awang Long sebagai satuan tempur di jajaran Korem 091 Aji Surya Natakesuma,” pesan Danrem.
Kepada komandan Batalyon Infantri 611 Awang Long, Danrem minta segera mengetahui dengan pasti apakah tujuan dan sasaran dari latihan apakah telah tercapai. Jika belum agar menjadi perhatian untuk latihan yang akan datang. “Pelihara dan tingkatkan hasil positif yang dicapai dalam latihan ini, sebagai suatu kemampuan yang melekat guna kesiapan menjalankan tugas dimasa mendatang,” pesan Danrem dalam acara yang ketat menerapkan protokol kesehatan ini.(SK8)






