![]()
SUARAKUTIM.COM; SANGATTA—Ketua Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Bupati Kutai Timur, Faizal Rachman mengaku kecolongan terhadap ada anggaran pengadaan solar cell di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kutim pada tahun 2020 lalu. Padahal, sebelum pembahasan anggaran tahun 2020, DPRD Kutim sudah mengingatkan agar DPMPTSP tidak lagi memasukkan anggaran pengadaan solar cell di program kegiatan mereka.

“Kami kecolongan anggaran terkait proyek pengadaan solar cell di DPMPTSP Kutim. Saya tidak ikut dalam proses pembahasan anggaran di tahun 2020 lalu. Namun pada saat berlangsungnya LKPJ Bupati Kutim tahun 2019 lalu, kami sudah merekomendasikan DPMPTSP untuk tidak lagi memasukkan program solar cell di dinas tersebut. Tapi di tahun anggaran 2020 program tersebut muncul lagi. Makanya pernyataan dari DPMPTSP tadi saat berlangsungnya rapat evaluasi pansus, mengaku jika pihaknya juga sudah menolak. Tapi kerena anggarannya masuk lagi ya mau diapa, harus dilaksanakan,” jelas Faizal pada wartawan, belum lama ini.
Faizal mengaku sangat kebingungan saat mendapatkan buku Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kutim 2020 pada bulan Juli lalu. “Begitu saya buka ternyata programnya masuk lagi pengadaan solar cell itu, yang anggaranya sangat besar,” katanya.
Sementara di sisi lain, ada beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) anggarannya justru kecil, yang nilainya hanya Rp 800 juta, sedangkan di DPMPTSP sendirinya anggarannya bisa mencapai ratusan miliar rupiah.
“Untuk itu, ke depan sistem pembahasan anggaran kita harus evaluasi, dan di internal DPRD harus menjadi bahan koreksi. Saya tidak masuk banggar, tapi kadang-kadang teman yang masuk banggar mengeluhkan lain yang dirapatkan lain yang diputuskan dan itu selalu terjadi,” katanya.
Menurutnya, anggaran program solar Cell DPMPTSP pada tahun 2019 lalu nilainya tidak terpaut begitu jauh. “nilainya di tahun 2019 lalu, Rp 110 miliar realisasinya juga Rp 110 miliar, 99 persen juga. Kalau untuk 2020 nilainya kurang lebih Rp 94 miliar, realisasinya Rp 90 miliar,” katanya.(Advetorial/Admin)






