Beranda kutim adv pemkab Hadiri Pelantikan Kerukunan Keluarga Kawanua, Wabup Mahyunadi Minta Jadi Jembatan Persaudaraan dalam...

Hadiri Pelantikan Kerukunan Keluarga Kawanua, Wabup Mahyunadi Minta Jadi Jembatan Persaudaraan dalam Kemajemukan

0
Wabup Mahyunadi saat mengadiri pelantikan dan pengukuhan pengurus Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) DPD Kutai Timur, Sabtu (5/9/2026). (Foto Istimewa)

Loading

KUTAI TIMUR – Kepengurusan Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) DPD Kutai Timur secara resmi dilantik dan dikukuhkan. Acara pelantikan dan pengukuhan pengurus Kerukunan Keluarga Kawanua ini bertempat di GOR Kudungga Sangatta, Sabtu (5/9/2026). Tampak hadir dalam acara ini, Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi yang didampingi sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat Kawanua Kutim dan Provinsi Kalimantan Timur.

Dalam sambutannya di hadapan undangan dan Keluarga Besar Kawanua Kutai Timur, Wabup Mahyunadi menyambut baik kehadirian Kerukunan Keluarga Kawanua di bumi Kutai Timur. Kepada hadirin, dirinya berpesan agar kehadiran keluarga besar Kawanua mampu menjadi jembatan persaudaraan sekaligus ikut menjaga keharmonisan dalam kemajemukan masyarakat Kutai Timur.

Sangatta – “Kutai Timur rumah kita bersama.” Pesan itu menjadi benang merah sambutan Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi, ketika menghadiri pelantikan dan pengukuhan pengurus Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) DPD Kutai Timur di GOR Kudungga, Sabtu (5/9/2026). Di hadapan keluarga besar Kawanua, Mahyunadi mengajak organisasi tersebut tidak berhenti pada seremoni pelantikan, tetapi menjadi jembatan persaudaraan sekaligus ikut menjaga keharmonisan masyarakat Kutim yang majemuk.

“Kami sangat senang adanya Kerukunan Keluarga Kawanua yang ada di Kutai Timur ini. Tentunya semakin menambah banyak kerukunan keluarga yang ada di Kabupaten Kutai Timur dari seluruh suku yang ada di Kutai Timur. Karena Kutai Timur ini, Pak Ketua, miniatur dari Indonesia,” ujar Mahyunadi.

Ia menyebut komposisi masyarakat Kutai Timur menunjukkan tingginya keberagaman penduduk. Dalam sambutannya, Mahyunadi mencontohkan masyarakat Jawa dan Bugis sebagai dua kelompok dengan jumlah besar di daerah tersebut. Meski masyarakat datang dari beragam daerah, ia menilai kehidupan sosial di Kutim selama ini dapat berlangsung dalam suasana damai dan rukun.

Keharmonisan tersebut menurut Mahyunadi tidak terlepas dari keterbukaan masyarakat lokal terhadap warga pendatang, yang kemudian diimbangi sikap saling menghargai. Karena itu, kondisi yang telah terbangun tersebut harus terus dipertahankan, baik melalui kesadaran pribadi maupun melalui peran organisasi kerukunan keluarga.

“Yang pribumi welcome dengan pendatang, yang pendatang tahu diri hormat kepada pribumi, sehingga membuat semuanya rukun. Dan ini perlu kita pertahankan,” katanya.

Mahyunadi menilai organisasi kerukunan mempunyai posisi penting dalam menjembatani komunikasi, tidak hanya di antara anggotanya sendiri, tetapi juga dengan kelompok masyarakat lainnya. Ia mengingatkan perbedaan pendapat ataupun perselisihan merupakan hal yang mungkin terjadi dalam kehidupan bermasyarakat. Namun, persoalan tersebut sebaiknya tidak dibiarkan berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

“Mari kerukunan turun untuk memberikan, mengayomi semua anggota-anggota kerukunan kita agar tidak terjadi selisih pendapat dengan kerukunan-kerukunan yang lain,” pesannya.

Ia berharap seluruh anggota Kawanua tetap berkarya sesuai bidang masing-masing. Mereka yang berprofesi sebagai petani diminta mengembangkan pekerjaannya dengan baik, begitu pula aparatur pemerintah, pekerja pertambangan, maupun masyarakat yang menekuni profesi lainnya. Kontribusi dari setiap bidang tersebut, menurut Mahyunadi, akan menjadi bagian dari pembangunan Kutai Timur.

“Dari Minahasa membawa pala, sampai di Kutim bertemu saudara. Kawanua bukan sekadar keluarga, datang untuk berkarya,” ucap Mahyunadi dalam pantunnya.

Mahyunadi juga berharap masyarakat Minahasa dan keluarga besar Kawanua dapat meninggalkan jejak positif di Kutai Timur. Menurutnya, sikap dan karya baik generasi terdahulu menjadi salah satu alasan hubungan antarmasyarakat dapat terus berkembang hingga semakin banyak warga Minahasa yang menetap dan berkarya di Kutim.

Ia bahkan mendorong keluarga Kawanua untuk meningkatkan partisipasi dalam berbagai bidang, termasuk pelayanan publik dan politik. Mahyunadi berharap ke depan keterwakilan warga Minahasa di lembaga politik daerah juga dapat muncul sepanjang persatuan dan kekompakan terus dijaga.

“Kalau sudah banyak, maka secara politik punya kekuatan. Mudah-mudahan yang akan datang ada orang Minahasa yang jadi anggota DPRD Kutai Timur. Seharusnya jangan terpecah belah,” pungkasnya.(Adv/*/SK)