![]()
SUARAKUTIM.COM, SANGATTA —Ketua Komisi C DPRD Kutai Timur, Ardiansyah, menilai pemerintah daerah perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap banyaknya kegiatan hiburan, konser, dan seremoni yang berlangsung pada tahun sebelumnya.
Ia berpendapat bahwa anggaran daerah harus diarahkan pada program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, bukan sekadar acara publik yang tidak memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan.
Ardiansyah menjelaskan bahwa sejumlah program yang berjalan tahun ini merupakan hasil perencanaan DPRD dan pemerintah periode sebelumnya.
Karena itu, DPRD saat ini berupaya melakukan perbaikan terhadap pola tersebut.
“Kami adalah anggota DPRD yang baru. Banyak agenda merupakan warisan perencanaan sebelumnya,” tuturnya.
Ia menilai beberapa agenda masa lalu disusun terburu-buru dan tidak melalui pembahasan komisi secara komprehensif.
Inefisiensi tersebut, menurutnya, berdampak pada munculnya kegiatan yang kurang relevan dan tidak menjawab kebutuhan masyarakat.
Karena itu, Komisi C mendorong agar penyusunan program 2026 dimulai melalui pembahasan mendalam di tingkat komisi sebelum diajukan ke Badan Anggaran.
“Mulai 2026, kami ingin memastikan pembahasan dimulai dari tingkat komisi sebelum naik ke Banggar. Kami tidak ingin mengulangi pola lama,” tegasnya.
Politisi PKS itu menekankan bahwa keselarasan perencanaan antara OPD dan DPRD sangat penting agar penggunaan APBD jauh lebih tepat sasaran.
Ia berharap anggaran daerah tidak terkuras pada kegiatan seremonial yang hanya bersifat tontonan tanpa nilai manfaat strategis.
“Harapan kami, APBD Kutim lebih berfokus pada kegiatan yang berdampak langsung bagi masyarakat,” tandas Ardiansyah.(Red-SK/ADV).







