Beranda politik DPRD Kutim Bahcok Riandi: Proyek Pelabuhan Kenyamukan Butuh Rp200 Miliar untuk Dituntaskan

Bahcok Riandi: Proyek Pelabuhan Kenyamukan Butuh Rp200 Miliar untuk Dituntaskan

0

Loading

SUARAKUTIM.COM, SANGATTA —Anggota DPRD Kutai Timur, H. Bahcok Riandi, menegaskan bahwa pembangunan Pelabuhan Kenyamukan masih membutuhkan anggaran besar agar proyek tersebut dapat diselesaikan secara maksimal.

Dalam rapat bersama Bappeda dan Dinas Perhubungan, ia menyebut kebutuhan dana untuk penyelesaian tahap akhir mencapai sekitar Rp200 miliar.

Bahcok menuturkan bahwa dana tersebut mencakup berbagai pekerjaan teknis yang harus dirampungkan agar pelabuhan dapat segera beroperasi dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

Ia mengungkapkan bahwa informasi kebutuhan anggaran tersebut diperoleh langsung dari pihak perencana.

“Saya telah menanyakan langsung kepada Bappeda mengenai kebutuhan anggaran, dan mereka menyebutkan kurang lebih Rp200 miliar untuk penyelesaian tahap akhir,” ujarnya.

Menurutnya, besaran anggaran itu menunjukkan pentingnya proyek tersebut dalam mendukung konektivitas dan aktivitas logistik daerah.

Selain itu, Dinas Perhubungan juga telah memasukkan perencanaan penganggaran lanjutan untuk tahun 2026 mencapai sekitar Rp64 miliar.

Namun, mekanisme pelaksanaan, apakah menggunakan skema multiyears atau reguler, masih harus dibahas bersama TAPD.

“Dinas Perhubungan telah menyiapkan anggaran sekitar Rp64 miliar untuk tahun 2026, dan mekanisme proyek masih akan dibahas bersama TAPD,” jelasnya.

Ia menilai kejelasan mekanisme sangat penting agar pelaksanaan pembangunan dapat berjalan tanpa hambatan.

Bahcok memastikan DPRD akan melakukan pengawasan ketat terhadap penggunaan anggaran tersebut.

“Kami akan mengawasi secara ketat dan meminta penjelasan rinci terkait penggunaan anggaran yang mencapai sekitar Rp200 miliar itu,” tegasnya.

Ia berharap percepatan pembangunan Pelabuhan Kenyamukan dapat segera diwujudkan sehingga fasilitas tersebut mampu menjadi simpul pertumbuhan ekonomi dan membuka peluang investasi baru di Kutai Timur.(Red-SK/ADV).