![]()
Pasar Seng Dibongkar, Banyak Penggantinya
PASAR seng, bagi jamaah haji yang pernah ke sana beberapa tahun lalu tentu tahu persis akan tempat ini yakni pusat belanja super murah. Jika di Austalia, Belanda, Singapura ada kawasan China Town, maka Pasar Seng di Makkah tidak jauh berbeda.
Namun kawasan yang banyak toko serta tempat pemondokan murah ini, tinggal nama karena terkenal proyek perluasan Masjidil Haram. Bagi jamaah haji Indonesia, Pasar Seng yang seperti pasar pagi ini, merupakan lokasi favorit untuk berbelanja karena banyak makanan khas Indonesia seperti nasi kuning, pepes patin dan pecel atau rawon.

Namun seiring perluasan Masjidil Haram, pasar yang terkenal menjual aneka makanan khas Indonesia termasuk oleh-oleh, sudah tiada. Sebagai penggantinya Pasar Zakfariah, pasar yang sudah tertata lebih rapi ini berada 1 kilometer dari Masjidil Haram, sehingga bisa ditempuh dengan jalan kaki. Selain itu, ada taksi. Suasana pasar Zakfariah tak ubahnya dengan pasar murah meriah lainnya yang ada dibeberapa negara.
Di pasar ini banyak ditemui berbagai macam oleh-oleh baik khas tanah suci seperti pashmina, pakaian muslim, jilbab, sajadah, ghutra, tasbih, kurma, kacang arab dan lainnya, barang elektronik, jam dan perhiasan.
Sebagian besar barang-barang yang dijual didatangkan dari Tiongkok, India, Pakistan dan Turki. Jamaah yang tidak bisa berbahasa Arab tidak perlu khawatir karena hampir semua penjaga toko bisa berbahasa Indonesia, minimal jika menanyakan harga-harga.
Di pasar ini juga dijual tasbih dari bahan kayu koka. Tasbih ini memang cukup dicari pembeli karena konon tongkat Nabi Musa dibuat dari kayu ini. Namun kudu hati-hati, karena yang seringkali yang dijual adalah koka palsu.
Namun sejumlah pasar lainnya tak kalah menariknya, bahkan lebih dekat dari Masjidil Haram seperti depan eks kantor pos tak jauh dari Makam Ma’la atau dekat terminal bus Syib Azmir, ternyata dari segi harga, tidak jauh berbeda dengan Pasar Zakfariah yang memang bisa ditawar.
Hanya saja yang perlu diperhatikan saat belanja, agar uang sudah dipersiapkan dan ditempatkan dalam kantong kaos untuk pecahan besar yakni 100 Riyal ke atas. Pasalnya, kawasan pasar ini banyak copet, meski di tanah haram. Selain itu saat menyeberang, hati-hati karena kendaraan banyak dan alur lalulintasnya beda dengan Indonesia.(Syafranuddin/bersambung)






