![]()
SUARAKUTIM.COM, SANGATTA – Setelah cukup lama dinantikan, akhirnya Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman melakukan rotasi pada posisi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama atau eselon 2 di lingkungan Pemerintah Kutai Timur, Jum’at (22/8) pagi. Bertempat di ruang Meranti Kantor Bupati Kutim dan disaksikan langsung Wakil Bupati Kutim Mahyunadi, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah (Sekda) Kutim Rizali Hadi, serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Kutim dan tamu undangan, sebanyak delapan orang pejabat eselon dua ini menduduki posisi barunya.
Pejabat yang resmi mengemban tugas baru di antaranya Poniso Suryo Renggono yang sebelumnya sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kutim, kini menjabat sebagai Kepala Dinas Perhubungan.
Selanjutnya, Zubair, kini menjabat sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Perekonomian, Pembangunan, dan Keuangan. Zubair sebelumnya menjabat sebagai Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kutim.
Kemudian, Aji Widjaya Effendi yang kini menjabat Kepala Dinas Lingkungan Hidup, sebelumnya menjabat sebagai Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah.
Selain itu, Joko Suripto dipercaya sebagai Inspektur pada Inspektorat Daerah, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Perhubungan Kutai Timur.
Noviari Noor menduduki posisi baru sebagai Asisten Perekonomian dan Pembangunan. Sebelumnya Novi menjabat sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah.
Sementara itu Juliansyah, dipercaya memimpin Badan Riset dan Inovasi Daerah, sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris DPRD Kutai Timur.
Muhammad Idris Syam menjabat sebagai Staff Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan, Administrasi Umum dan HAM Sekretariat Daerah Kutim, sebelumnya menjabat sebagai Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Terahir Sulastin, menempati kursi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Jabatan sebelumnya menjadi Staff Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan, Administrasi Umum dan HAM Sekretariat Daerah Kutim.
Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman dalam arahannya menegaskan bahwa rotasi jabatan adalah kebutuhan organisasi, bukan sekadar formalitas.
“Pelantikan hari ini adalah bentuk penyegaran sekaligus penegasan agar pelayanan publik semakin optimal. Saya berharap pejabat yang dilantik dapat segera bekerja maksimal sesuai tugas dan fungsinya,” ujar Ardiansyah dihadapan pejabat dan tamu undangan.
Ardiansyah juga mengingatkan bahwa jabatan baru membawa konsekuensi, termasuk kewajiban menunjukkan kinerja nyata di lapangan.
“Tugas kita ke depan tidak ringan. Kutai Timur membutuhkan inovasi, kerja cepat, serta koordinasi lintas sektor agar program pembangunan berjalan baik. Mari kita bekerja dengan penuh integritas,” tegas Ardiansyah.
Prosesi pelantikan berlangsung khidmat dengan pengambilan sumpah jabatan yang dipandu rohaniawan, penandatanganan berita acara, serta peneguhan pakta integritas.
Rotasi pejabat di lingkungan Pemkab Kutim bukan hanya sekedar menata ulang struktur birokrasi namun juga diharapkan mampu memperkuat pelayanan publik dan merespons dinamika pembangunan. Hal ini juga sejalan dengan regulasi nasional tentang pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menuntut profesionalitas dan mobilitas jabatan.(Red-SK/SK-01/SK-03/*)






