![]()
SUARAKUTIM.COM, SANGATTA —Di tengah evaluasi ketat terhadap usulan proyek multiyears, DPRD Kutai Timur menilai pembangunan pelabuhan merupakan salah satu program yang layak masuk skema tahun jamak.
Hal ini disampaikan Faizal Rachman, Anggota DPRD Kutim, setelah pemerintah memaparkan daftar usulan multiyears yang bernilai total Rp 1,1 triliun.
Menurut Faizal, pembangunan pelabuhan memiliki dampak ekonomi dan konektivitas besar sehingga relevan dengan visi RPJPD 2025 yang menekankan percepatan akses wilayah.
“Kalau pelabuhan, saya rasa memang itu harus multiyears,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pelabuhan tidak mungkin diselesaikan dalam satu tahun anggaran sehingga wajar menggunakan skema tahun jamak.
“Karena pelabuhan itu tidak mungkin kita bangun dalam satu tahun. Dampak ikutannya luar biasa,” katanya.
Meskipun demikian, Faizal tetap meminta pemerintah menjelaskan peta kebutuhan dan prioritas pembangunan pelabuhan secara rinci.
Menurutnya, penjelasan diperlukan agar DPRD dapat menilai kesinambungan proyek dan manfaatnya bagi distribusi logistik, perdagangan, hingga akses masyarakat.
“Program strategis harus diagendakan dengan jelas agar bisa kita dukung,” tegasnya.
Ia menegaskan bahwa meski pembangunan pelabuhan dianggap relevan, tidak semua usulan multiyears otomatis mendapat persetujuan DPRD.
“Kita tetap minta evaluasi menyeluruh. Tidak semua harus lewat multiyears,” katanya.
Faizal berharap pemerintah mampu memprioritaskan program yang membawa dampak luas bagi pertumbuhan ekonomi daerah.
“Pelabuhan oke, itu memang sesuai visi membangun konektivitas. Tapi program lain harus dilihat lagi satu per satu,” ujarnya.(Red-SK/ADV).







