![]()
SUARAKUTIM.COM, SANGATTA —Ketua DPRD Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Jimmi, kembali menekankan pentingnya pendekatan manusiawi dalam penerapan gelang OPA (Operator Performance Analytics) oleh PT Pamapersada Nusantara (Pama). Ia menilai bahwa teknologi tersebut masih dalam tahap uji coba dan belum mengakomodasi berbagai kendala di lapangan.
Dalam wawancaranya, Jimmi meminta agar perusahaan tidak sekadar mengandalkan teknologi tanpa mempertimbangkan aspek psikologis dan sosial para pekerja.
“Tetapi teknologi ini, mohonlah digunakan sedikit pakai hati lah untuk diterapkan itu seperti itu. Supaya trial and error tadi itu bisa betul-betul bisa diterima semua pihak. Karena ini percobaan ini kan, saya menganggap ini percobaan, Pak. Percobaan. Karena masih banyak kesalahan yang belum terakomodir dengan masalah yang ada,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa investasi dan hubungan industrial harus dijaga bersama dengan mengedepankan rasa saling memahami.
“Jadi itu sangat penting. Sekali lagi kita berharap investasi ini sama-sama kita jaga investasi swasta dan sebagainya. Tetapi hubungan kerja juga pihak manajemen juga tetap sedikit menambahkan perasaan, memakai hati nurani sedikit terkait dengan permasalahan yang ada,” kata Jimmi.
Menurutnya, persoalan teknologi gelang OPA sebenarnya dapat diselesaikan apabila komunikasi antara pekerja dan manajemen dibuka lebih lebar.
“Saya kira penekanannya seperti itu, Pak. Mungkin lebih ditingkatkan lagi komunikasinya. Sebenarnya hubungan harmonis ini masalah kecil saja, bisa dikomunikasikan lebih lanjut. Tetapi kalau kita saling berngotot-ngototan ini bertahan dengan ini, bertahan dengan ini ya nggak ada selesainya,” pungkasnya.(Red-SK/ADV).







