Beranda ekonomi Kesbangpol Kutim Gelar Rakor Forkopimcam se-Kutai Timur, Bahas Kerawanan Sosial dan Mitigasi...

Kesbangpol Kutim Gelar Rakor Forkopimcam se-Kutai Timur, Bahas Kerawanan Sosial dan Mitigasi Kebencanaan

0
Kepala Kesbangpol Kutim, Tejo Yuwono saat memberikan laporan dalam Rapat Forkopimcam se-Kabupaten Kutai Timur

Loading

SUARAKUTIM.COM, SANGATTA – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menggelar Rapat Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) se-Kabupaten Kutai Timur Tahun 2025, bertempat di Hotel Royal Viktoria Sangatta, Kamis (11/12/2025). Kegiatan ini dihadiri unsur Forkopimcam dari 18 Kecamatan Se-Kabupaten Kutai Timur, termasuk Camat, Kapolsek, Danramil serta Perangkat Pendukung lainnya.

Kepala Kesbangpol Kutim Tejo Yuwono dalam laporannya menyebutkan ada sejumlah poin penting yang menjadi konsen pemerintah Kutim, khususnya Forkopimcam. Mulai dari strategi Forkopimcam dalam melakukan deteksi dini potensi kerawanan sosial, hingga upaya memperkuat sinergi antar kecamatan dalam penanganan ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan (ATHG).

“Kita membahas terkait strategi Forkopimcam dalam melakukan deteksi dini potensi kerawanan sosial, hingga upaya memperkuat sinergi antar kecamatan dalam penanganan ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan (ATHG). Terlebih saat ini jelang libur panjang Natal dan Tahun Baru, ditambah adanya ancaman cuaca hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan cuaca ekstrem,” ucap Tejo.

Tidak hanya itu, Tejo juga memberikan penekanan khusus terhadap momentum Nataru dan antisipasi Hidrometeorologi.

“Melalui rapat ini, kami menekankan perlunya pengamanan rumah ibadah dan titik keramaian selama Nataru. Kemudian perlu adanya pengendalian mobilitas warga untuk mencegah kerawanan dan potensi kriminalitas. Khusus untuk ancaman Hidrometeorologi, perlunya kesiapsiagaan posko kecamatan menghadapi kebencanaan dan banjir,” sebutnya.

Lebih jauh Tejo menggarisbawahi pentingnya memperkuat koordinasi dengan BPBD, TNI/Polri, dan Perangkat Desa dalam menghadapi ancaman hidrometeorologi. Dirinya juga mengingatkan akan pentingnya edukasi kepada masyarakat, untuk menangkal provokasi isi SARA dan hoaks.

“Pentingnya edukasi masyarakat agar tidak mudah terpengaruh isu SARA, hoaks, dan provokasi selama masa libur panjang,” tutup Tejo.(Red-SK/*)