![]()
SUARAKUTIM.COM, SANGATTA — Ketua DPRD Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Jimmi, kembali menegaskan bahwa polemik penggunaan gelang OPA (Operator Performance Analytics) oleh PT Pamapersada Nusantara (Pama) sebenarnya dapat diselesaikan melalui dialog dan musyawarah sebelum menjadi isu besar di publik.
Dalam penyampaiannya, Jimmi menilai bahwa persoalan yang muncul seharusnya dapat dituntaskan sejak awal melalui komunikasi antara manajemen dan pekerja.
“Sebenarnya permasalahan yang kira-kira bisa dimusyawarahkan. Saya kira bangsa kita dengan musyawarah itu bisa mencapai suatu solusi yang bisa betul-betul menyenangkan semua pihak. Artinya kalau dia melakukan kesalahan, itu ada teguran yang bisa membuat dia tidak lagi mengulangi kesalahannya berulang kali, Pak,” kata Jimmi.
Ia menyayangkan persoalan ini justru melebar hingga menjadi sorotan publik.
“Tetapi kalau nggak ada lagi kesempatan, nanti hadir kita di kerumunan ini kalau Pak Tri mau memberikan kebijakan terkait dengan apa keputusannya, itu kan saya lebih sayangkan, Pak Tri. Harusnya sebelum sampai di sini itu sudah selesai. Sudah bisa diselesaikan permasalahannya,” jelas Jimmi.
Ketua DPRD Kutim tersebut menilai keterlambatan penyelesaian masalah membuat situasi semakin sensitif.
“Jadi kalau sudah seperti ini kan gimana jadinya? Sudah terbuka media di mana-mana, semua pihak sudah panas semua,” ujarnya.
Meski demikian, ia tetap berharap pertemuan ini menjadi momentum untuk perbaikan.
“Mudah-mudahan jadi ini potensi untuk, apa namanya, untuk pembicaraan ini jadi lebih besar. Saya kira di internal perusahaan lebih bijaksana lah menggunakan bagaimana memanfaatkan tenaga kerja manusia, dibantu dengan teknologi dan sebagainya, itu ada hati di antara mereka. Mungkin seperti itu,” pungkas Jimmi.(Red-SK/ADV).







