Beranda kutim adv pemkab Kutai Timur Kejar Predikat KLA Nindya, Upaya Lampaui Kekurangan Poin Penilaian

Kutai Timur Kejar Predikat KLA Nindya, Upaya Lampaui Kekurangan Poin Penilaian

0

Loading

SUARAKUTIM.COM, SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kutim, terus memaksimalkan upaya-upaya dalam pemenuhan poin penilaian Kabupaten Layak Anak (KLA), dengan target menjadi KLA kategori Nindya . Hal ini diungkapkan Kepala DPPPA Kutim, Idham Chalid menyebutkan jika DPPPA Kutim bersama gugus tugas KLA yang melibatkan sejumlah OPD teknis dan stakeholder terus memaksimalkan capaian-capaian kinerja gugus tugas.

”Jadi kami terus melakukan koreksi item-item mana yang kurang dalam upaya pemenuhan target Kabupaten Layak Anak (KLA) untuk kategori Nindya. Dinas PPPA ini kan posisinya hanya sebagai leading sektor dalam KLA ini, jadi kita melakukan kolaborasi dengan OPD teknis dan juga stakeholder terkait karena masing-masing mempunyai tugas dalam pemenuhan penilaian KLA,” ucap Idham.

Lanjutnya, dalam penilaian KLA, semua pihak terlibat dan mengambil peran masing-masing. Mulai dari pendidikan, kesehatan, penanganan kasus anak, termasuk pemenuhan infastruktur dan ruang ramah anak.

”Jadi KLA ini bukan kerja DPPPA semata, tatapi melibatkan semua pihak. Misalnya Dinas Pendidikan, terkait pemenuhan angka anak yang bersekolah. Begitu juga dengan bidang kesehatan. Kemudian juga dilihat apakah kasus kekerasan terhadap anak masih tinggi, hingga pemenuhan infrastruktur dan ruang publik yang ramah anak,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pemenuhan Hak Anak, Rita Winarni menyebutkan jika tahun 2025 ini DPPPA Kutim menargetkan capaian kategori Nindya untuk KLA Kutai Timur, namun karena adanya kekurangan poin penilaian, sehingga Kutim hanya memperoleh kategori Madya kembali selama tiga tahun berturut-turut.

”Sebenarnya tahun ini target kita memperoleh kategori Nindya , namun ternyata kita hanya sampai di Madya saja, kurang kita itu hanya di 3,1 poin. Karenanya kami cukup optimis di tahun depan penilaian dimulai, klo hanya untuk memenuhi 3,1 poin saja dari total 700 poin nilainya, insyaa Allah kita bisa, karena tahun ini banyak kegiatan yang sudah kita laksanakan, apakah itu pelatihan bagi Nakes, aparaturnya, bagi guru,” sebut Rita dengan optimis.

Beberapa indikator penilaian terus dilakukan penguatan, terutama masalah kesiapan dan kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) yang sudah harus siap dan terampil. Termasuk kesiapan forum anak atau tenaga alternatif pengasuh anak dan lainnya.

”Yang pasti tahun ini kami sudah lebih matang dalam menyiapkan segala indikator penilaian. Mulai dari penguatan SDM, termasuk kesiapan forum anak ataupun terkait tenaga alternatif pengasuh anak,” pungkasnya.(Red-SK/ADV)