![]()
SUARAKUTIM.COM, SANGKULIRANG – Memberikan layanan maksimal dan prima kepada masyarakat dan pasien, menjadi komitmen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sangkulirang. Sebagai rumah sakit umum daerah dengan Tipe – D, RSUD Sangkulirang menjadi rumah sakit rujukan bagi sejumlah kecamatan yang ada di pesisir Kabupaten Kutai Timur, seperti Kecamatan Sandaran, Kaliorang, Karangan, Kaubun dan Sangkulirang itu sendiri.
Direktur RSUD Sangkulirang, dr. Azizah Bin Smith melalui Kasi Medis dan Keperawatan, H. Darwin Marzuki menyebutkan jika RSUD Sangkulirang terus berkomitmen untuk memberikan pelayanan maksimal dan prima kepada masyarakat khususnya pasien yang datang berobat di satu-satunya rumah sakit rujukan di kawasan pesisir Kutim tersebut. Pelayanan maksimal dan prima diberikan melalui pemenuhan ketersediaan tenaga kesehatan, mulai dari dokter umum, dokter spesialis, dokter gigi, tenaga perawat, bidan dan tenaga kesehatan lainnya.
”Saat ini di RSUD Sangkulirang, kita sudah memiliki 7 dokter umum, 8 dokter spesialis, 1 dokter gigi, 35 tenaga perawat dan 22 bidan, serta puluhan tenaga kesehatan lainnya dengan total keseluruhan yang kami miliki lebih 100 orang. Hal ini sebagai bentuk upaya memberikan pelayanan maksimal dan prima kepada masyarakat, khususnya pasien yang melakukan rawat jalan maupun inap di RSUD Sangkulirang,” sebut Darwin.
Lanjut Darwin, meski demikian dalam upaya lebih memaksimalkan pelayanan, RSUD Sangkulirang berencana kembali merekrut tenaga perawat dan dokter. Namun karena terkendala analisis jabatan (Anjab) yang sudah membatasi ketersediaan posisi, maka akhir tahun ini sementara pihaknya hanya merekrut dua orang tenaga perawat dan 1 orang dokter.
”Saat melakukan pengantaran pasien rujukan ke RSUD Kudungga, maka pasien harus didampingi tenaga perawat. Jika menggunakan tenaga perawat yang sudah ada saat ini maka akan ada pos-pos kosong yang kekurangan tenaga dan terpaksa harus digantikan sementara oleh bidan. Makanya kita harus menambah kebutuhan tenaga perawat tersebut, khusus sebagai perawat pendamping (pasien, red) rujukan. Namun karena Anjab kita sudah membatasi, maka rekrutmen ini hanya untuk dua orang tenaga perawat saja dan kemungkinan ditambah satu orang dokter. Tahun depan kemungkinan baru kami lakukan perubahan Anjab dan mengusulkan baru untuk memenuhi kebutuhan tenaga yang lain,” jelasnya.
Lebih jauh dikatakan Darwin, rekrutmen tenaga perawat dan dokter ini dilakukan melalui jalur Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim. Namun demikian, sistem penggajiannya tetap pendanaan melalui BLUD (Badan Layanan Umum Daerah) RSUD Sangkulirang.
”Jadi tetap (gaji, red) melalui BLUD, hanya mekanisme penerimaan atau rekrutmennya saja kita lewat Dinas Kesehatan. Kita harapkan rekrutmen tahun ini bisa menambal kebutuhan yang ada, tahun depan baru kita akan tambah lagi jumlahnya. Karena memang sebenarnya banyak kebutuhannya, namun karena Anjab sementara sudah membatasi, ya kita menyesuaikan dulu,” pungkasnya.(Red-SK/ADV)







