![]()
SUARAKUTIM.COM, SANGATTA – Asisten Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Sekretariat Daerah Kutai Timur, Noviari Noor didampingi Plt. Kepala Dinas PUPR Kutim Joni Abdi Setia, Plt. Kabis Bina Jasa Konstruksi DPUPR Kaltim, Camat Sangatta Utara Hasdiah dan Perwakilan Kodim 0909/KTM, secara simbolis melakukan pengguntingan pita sebagai tanda meresmikan pengoperasionalan Mobil Training Unit milik DPUPR Kutai Timur, Rabu (12/11/2025), di halaman parkir Gedung Serba Guna (GSG) Pemerintah Kutai Timur, Kawasan Bukit Pelangi, Sangatta. Peresmian pengoperasionalan unit mobil pelatihan ini menjadi satu rangkaian dalam kegiatan Sosialisasi, Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Bidang Jasa Konstruksi yang dilaksanakan Bidang Bina Jasa Konstruksi DPUPR Kutai Timur.
Bersama sejumlah tamu undangan, Asisten Ekbang Kutim Noviari didampingi Plt, Kadis PUPR Kutim Joni Abdi Setia berkesempatan melihat langsung isi dari unit mobil pelatihan yang berisikan sejumlah peralatan dasar yang berhubungan dengan jasa konstruksi. Didampingi staf penanggung jawab unit mobil pelatihan DPUPR Kutim, kepada Noviari dan sejumlah undangan, dijelaskan secara umum terkait fungsi dari sejumlah peralatan yang ada di dalam unit mobil pelatihan DPUPR Kutim ini.
Plt. Kepala Dinas PUPR Kutim, Joni Abdi Setia menjelaskan jika Mobile Training Unit (MTU) atau unit mobil pelatihan ini merupakan terobosan dari Pemerintah Kabupaten Kutai Timur untuk memfasilitasi pelatihan dan uji kompetensi yang bisa dijangkau 18 kecamatan di seluruh Kabupaten Kutai Timur.
”Jadi dengan menggunakan mobil ini nanti kami akan datang. Jadi klo terkendala kepada luasan wilayah, MTU mungkin jadi salah satu model atau pola jemput bola kepada pelaku-pelaku usaha jasa konstruksi, khususnya yang berada di 18 Kecamatan. Sehingga diharapkan tenaga lokal bisa daftar sertifikasi kompetensi dan terserap di beberapa proyek-proyek kegiatan yang ada di daerah,” jelas Joni.
Ditambahkan Joni, sebagaimana roadmap Dinas PUPR Kutim khususnya di Bidang Bina Jasa Konstruksi ke depannya, yakni penguatan pelaku usaha lokal atau kontraktor lokal agar tertib aturan, kemudian kompeten dan siap bersaing termasuk dalam hal kemampuan literasi digital, seperti melakukan pelatihan e-katalog versi enam saat ini, dan ini menjadi kompetensi bagi kontraktor-kontraktor lokal Kutim.
”Kemudian peningkatan teknis di desa atau di Kecamatan, yakni pelatihan bersertifikat untuk pengelolaan kegiatan fisik. Misalnya membaca gambar teknis dan menyusun RAB (Rencana Anggaran Biaya), kemudian kegiatan ini akan kolaborasi dengan Perguruan Tinggi dan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). Sehingga proyek-proyek di daerah banyak menyerap tenaga kerja lokal, yang berimbas pada pelaku usaha konstruksi lokal akan naik kelas, memiliki daya saing dan kredibilitas, tata kelola konstriksi yang semakin tertib sehingga melahirkan kepercayaan investor dan kualitas infrastruktur yang semakin meningkat,” pungkasnya.(Red-SK/ADV)








