![]()
SUARAKUTIM.COM, SANGATTA – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Rini Widyantini, Rabu (24/9/2025), secara virtual langsung dari Jakarta meresmikan penyelenggaraan Mal Pelayanan Terpadu (MPP) Kabupaten Kutai Timur (Kutim). MPP Kutim diresmikan serentak bersama dengan sepuluh MPP lainnya di Indonesia yang masuk dalam triwulan ketiga tahun 2025.
Rini Widyantini dalam arahannya secara virtual menyebutkan jika pemerintah terus mendorong upaya percepatan dalam penyelenggaraan MPP.
“Kita sebagai birokrat tentunya berupaya menghadirkan rasa nyaman bagi masyarakat dan dihargai dalam setiap pelayanan, yakni melalui Mal Pelayanan Publik (MPP) di masing-masing daerah,” ujar Rini.
Kehadiran MPP menjadi integrasi seluruh pelayanan, baik pelayanan dari pusat, pemerintah daerah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) kepada masyarakat. Mal pelayanan publik sebagai salah satu pemberian layanan dalam konsep omnichannel atau pendekatan terpusat pada pelanggan yang mengintegrasikan semua saluran interaksi—seperti toko fisik, situs web, dan aplikasi seluler—untuk menciptakan pengalaman pelanggan yang mulus, konsisten, dan terpadu di setiap titik kontak.
“Ke depan, layanan publik tidak hanya terintegrasi pada satu tempat, namun kita akan melakukan layanan jemput bola, langsung memberikan pelayanan kepada masyarakat, sebagai upaya kemudahan,” ucap Rini.
Sementara itu, Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman saat berdialog secara virtual bersama Menteri Rini Widyantini, menyampaikan jika pada MPP Kutim saat ini melibatkan 31 instansi daerah dan vertikal, serta BUMN dan BUMD di Kutim dengan jumlah layanan sebanyak 132 layanan publik.
“Saat ini di MPP Kutim, melayani 132 layanan publik yang melibatkan 31 instansi, baik pemerintah, instansi vertikal, BUMN dan BUMD. Kami juga sedang membangun gedung MPP yang rencananya akan dioperasikan pada tahun 2027 mendatang,” sebut Bupati Ardiansyah dalam laporannya kepada Kemen PAN-RB, Rini Widyantini.
Peresmian MPP Kutim bukan hanya sekedar membuka sebuah tempat layanan baru, melainkan sebuah komitmen menghadirkan pelayanan prima bagi masyarakat dan pelaku usaha di Kutai Timur.(Red-SK/*)







