![]()
SANGATTA (22/3-2018)
Masalah tegangan tinggi sekitar tower Telkomsel di RT 1 Gunung Teknik Desa Sangatta Utara, dilaporkan masyarakat Polres Kutim karena puluhan peralatan elektronika rusak. Dalam surat tertanggal 20 Maret 2018 itu, warga yang berada dalam radius 100 meter mengaku selalu khawatir apabila hujan yang disertai petir seperti yang terjadi Selasa (20/2) lalu.
Surat yang ditanda-tangani Kusmanto dan Edi Endang yang diketahui Ketu RT I Dusun Gunung Teknil Jasman Djafar, warga mengungkapkan keberadaan tower Telkomsel yang berada di tengah lingkunngan masyarakat sudah membahayakan karena apabila ada petir, tower menyala. “Selasa lalu , ketika hujan dan ada petir tower setinggi 72 meter menyala seperti api menjalar kemudian mempengaruhi listrik di rumah warga sehingga banyak peralatan elektronika seperti televisi, mesin cuci, HP, serta lampu,” sebut Kusmanto yang dibenarkan sejumlah warga lainnya.
Dalam surat yang disampaikan ke Kapolres Kutim AKBP Teddy Ristiawan itu, disebutkan kondisi pondasi tower yang tidak layak dan mengancam keselamatan warga sekitar tower. Melalui surat yang disebutkan telah disampaikan ke Polres Kutim, Rabu (21/3) itu, ditegaskan warga sudah meminta Telkomsel tidak memfunsikan tower yang ada sebelum ada kejelasan serta perbaikan. “Kami ingin tenang beristirahat, kini takut ditimpa tower itu selalu menghantui kami termasuk anak-anak yang sedang sekolah di SMP Negeri 1 Sangatta Utara,” ujar Kusmanto yang mengaku 2 televisinya kini rusak.
Ditanya tujuan mengirim surat ke Kapolres Kutim, kedua perwakilan warga ini menerangkan ingin memberitahu kepada Kapolres lebih awal sehingga apabila ada kejadian yang merugikan masyarakat terlebih sampai mengorban nyawa manusia, masalahnya sudah diketahui sejak awal. “Banyak tower di Kutim ini, tapi tidak seperti yang ada di Gunung Teknik. Jika dilakukan pemantaun berkala, kok bisa begini dan keluhan masyarakat seperti dianggap angin lalu,” tandas Edi disela-sela pertemuan dengan jajaran Telkomsel.(SK11)






