
![]()
SANGATTA,Suara Kutim.com (21/12)
Kelancaran dan ketepatan pelaksanaan acara, merupakan tugas terberat bagi protokol. Kepekaan dengan situasi dan kondisi acara, harus diantisipasi dengan berbagai cara dan stretegi sehingga acara yang dikemas tidak amburadul bahkan meninggalkan kesan kurang “nyaman”.
Kasubbag Acara Bagian Protokol Kemendagri Beny Cahyadie saat menerima audisi jajaran Sub Bagian Protokol Setkab Kutim, akhir pekan tadi di Kantor Kementrian Dalam Negeri, menandaskan akan fungsi protokol yakni melakukan pelayanan kkepada pimpinan selain itu mengatur serangkaian aturan dalam acara resmi, mengatur tata letak dan tata penghormatan, dengan subjek pejabat negara, pejabat daerah dan tokoh agama.
“Sukses dan lancarnya sebuah kegiatan resmi tergantung pada protokol yang mengatur acara tersebut oleh karena itu petugas protokol harus memahami tata cara keprotokoleran yang baik dan benar,” pesan Beny dalam pertemuan yang bertujuan meningkatakan pengetahuan, daya kemampuan serta menambah wawasan jajaran Sub Bagian Protokol Kabupaten Kutai Timur.
Beny Cahyadi yang mewakil Kepala Bagian Protokol Kemendagri Agus Fatoni secara khusus memaparkan konsep dasar keprtokoleran seperti diamanatkan Undang- Undang No.9 Tahun 2010 tentang Keprotokoleran, serta perkembangan dan pelaksanaannya di Pemerintah Daerah, kemudian Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Keprotokolan serta pembahasannya yang sebelumnya tertuang pada PP No.62 Tahun 1990. “Tujuan kedatangan jajaran Sub Bagian Protokol Pemkab Kutim bertandang ke Kemendagri, untuk mengetahui lebih dalam tentang dasar-dasar keprotokolan sehingga bisa diterapkan dalam setiap kegiatan baik yang tertuang dalam undang-undang maupun yang tidak tertuang dalam undang-undang, mengingat ada banyak hal yang biasa dilakukan dalam setiap kegiatan tidak tertuang dalam undang-undang keprotokoleran melainkan sudah menjadi kebiasaan,” terang Kasubag Protokol Kutim Lenny Safarina.
Kegiatan yang kali pertama digelar Subag Protokol Kutim ini diakui Bambang salah seoerang peserta. “Secara pribadi kami mendapat banyak pengetahuan dan hal-hal yang bermanfaat tentang keprotokolan, mengingat kami baru bergabung di protokol, karenanya ilmu yang didapat dari senior dan serta pertemuan ke Kemendagri akan terapkan dalam tugas sehari-hari,” katanya.(*/SK-012)





