Beranda kutim adv pemkab Punya Potensi Pengembangan Pertanian dan Sawit, Wabup Mahyunadi : Kita Buat Kajian...

Punya Potensi Pengembangan Pertanian dan Sawit, Wabup Mahyunadi : Kita Buat Kajian Ciptakan Bibit Sawit Produk Kutim, Tidak Perlu Beli

0
Wabup Kutim, Mahyunadi

Loading

SUARAKUTIM.COM, SANGATTA – Luasnya wilayah daratan Kabupaten Kutai Timur, tidak hanya penyimpan potensi pertambangan dan perkebunan kelapa sawit, namun juga Kutai Timur memiliki potensi dalam pengembangan teknologi di bidang pertanian. Karenanya Pemerintah Kutim saat ini tengah mencoba berkolaborasi dengan sejumlah instansi dan studi banding ke beberapa daerah, untuk mengkaji pengembangan teknologi dalam bidang pertanian modern. Demikian disampaikan Wakil Bupati Kutai Timur, H. Mahyunadi, belum lama ini.

Dikatakan, saat ini pemerintah Kutim tengah berkolaborasi dengan sejumlah instansi dan melakukan studi banding ke beberapa daerah untuk mengkaji pengembangan pertanian. Menurut Mahyunadi, dari semua yang bisa direkayasa melalui AI (Artificial Intelligence) atau kecerdasan buatan, hanya pertanian yang sepetahuannya tidak bisa di AI-kan.

”Saya sudah berkolaborasi dengan sejumlah instansi dan juga melalakukan studi banding ke beberapa daerah, untuk mengkaji perkembangan teknologi dalam bidang pertanian modern. Karena dari semua yang bisa direkayasa melalui AI (Artificial Intelligence) atau kecerdasan buatan, hanya pertanian yang tidak bisa di AI-kan. Tidak bisa kita tanam tanah kemudian langsung tumbuh jagung, tetapi harus tanam biji jagung baru tumbuh menjadi jagung dan tinggal bagaimana membuat jagung itu menjadi jagung yang unggul dan produksinya menjadi lebih bagus,” sebut Mahyunadi.

Lanjutnya, di Kutai Timur perkebunan kelapa sawit terhampar luas hampir 500 ribu hektar, namun dari luasan perkebunan sawit tersebut, tidak satupun bibit kelapa sawit yang dibuat sendiri di Kutim. Selama ini bibit sawit didominasi masih didatangkan dari pembibitan di Pulau Sumatera.

”Ke depan, kita coba untuk bermanuver, kita coba mengkaji mudah-mudahan kita bisa membuat bibit sawit sendiri dan tidak perlu lagi beli dari luar daerah. Karena 5-10 tahun ke depan, akan ada hampir 500 ribu hektar lahan sawit harus direplanting atau peremajaan tanaman, dan membutuhkan bibit baru,” jelasnya.

Lebih jauh dikatakan Mahyunadi, peluang-peluang usaha ini harus diciptakan oleh generasi muda Kutim. Sehingga generasi muda Kutim jangan hanya menjadi generasi yang mencari kerja, namun membuka dan menciptakan peluang usaha baru yang juga tidak hanya berdampak bagi diri sendiri, tetapi juga bagi orang banyak.

”Kita harus menciptakan generasi muda yang tidak hanya bermental mencari kerja, tetapi generasi muda harus mampu menciptakan dan membuka peluang usaha sendiri, yang berdampak ekonomi bagi diri sendiri dan juga orang banyak,” pungkas Mahyunadi.(Red-SK/ADV)