![]()
SUARAKUTIM.COM, SANGATTA – Reses, merupakan sebuah kewajiban dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mulai dari tingkat pusat (DPR-RI) hingga daerah (DPRD) yang telah diatur dalam Undang-undang (UU), dimana seorang anggota legislator harus turun ke daerah pemilihannya untuk menyerap, menjaring dan menampung aspirasi masyarakat. Tidak terkecuali Masdari Kidang, anggota DPRD Kutai Timur, dirinya kini tengah mempersiapkan agenda reses kedua masa sidang tahun 2025/2026.
Ditemui wartawan, Politisi Partai Demokrat ini menyebutkan jika dirinya sedang mempersiapkan reses kedua untuk menjaring aspirasi masyarakat di tiga kecamatan yang menjadi daerah pemilihannya, yakni Bengalon, Sangatta Selatan, dan Rantau Pulung.
“Reses ini hanya menjalankan aturan pemerintah. Kami diwajibkan untuk turun menyerap aspirasi masyarakat. Untuk kali ini kami memilih tiga kecamatan, nanti bergilir ke kecamatan lain di daerah pemilihan II,” ungkap Kidang.
Menurutnya, reses kali ini lebih bersifat penampungan aspirasi, karena para anggota DPRD Kutim periode 2024–2029 baru saja dilantik dan belum mendapat alokasi anggaran murni dari pemerintah daerah.
“Sekarang ini kami hanya menampung dulu usulan masyarakat. Baru nanti pada tahun 2026 bisa kita perjuangkan melalui anggaran. Karena saat ini kami, sekitar 22 anggota dewan baru, belum mendapatkan anggaran murni, hanya anggaran perubahan,” terangnya.
Kidang mengungkapkan, mayoritas usulan masyarakat masih berkaitan dengan perbaikan infrastruktur dasar dan kebutuhan pertanian.
“Kalau reses itu tidak lepas dari jalan timbunan, jalan semen, itu yang paling banyak diminta. Selain itu pupuk dan alat pertanian juga jadi kebutuhan utama petani,” ucapnya.
Dalam pelaksanaan reses kedua ini, Masdari menyebut ada tiga titik utama di tiga desa yang akan menjadi lokasi pertemuan dengan masyarakat. Usulan-usulan yang dianggap prioritas akan ia perjuangkan di tahun anggaran 2026.
“Kami akan fokus pada usulan yang benar-benar prioritas dan menyentuh kebutuhan masyarakat, seperti infrastruktur dasar dan kebutuhan petani. Itu yang akan kami bawa nanti,” ujarnya.(Red-SK/SK-01)






