Catatan Karo Humas Kaltim (5) : Di TN Praslin Tak Ada...
PULAU Praslin salah satu pulau yang punya daya
tersendiri bagi wisatawan, alam dan keadaan warganya luar biasa ramah. Meski
tak satu bahasa, namun mereka menyambut wisatawan...
Rokok Ilegal Menurun di Kutim
SANGATTA (12/12-2019)
Meski sudah berulang kali dilakukan razia, ternyata
peredaran rokok tanpa cukai di Kutim tetap marak. Ini terungkap ketika Kantor Pengawasan dan
Pelayanan Bea Cukai...
Catatan Karo Humas Kaltim (4) : Buah Coco de mer Unik
DARI 115 pulau yang ada di Republik Seychelles, Pulau Praslin-lah yang kerap dikunjungi wisatawan. Penyebabnya selain lebih dekat dengan Victoria - Ibukota Republik Seychelles, pulau ini mempunyai pantai yang indah dengan pasir putih yang lembut.
Namun yang menarik, di Pulau Praslin terdapat tumbuhan aneh dari keluarga kelapa yang disebut masyarakat Seychelles dengan Coco de mer. Pohon dari jenis palem ini, banyak tumbuh di Pulau Praslin terutama dalam Taman Nasional Praslin.
Kenapa Coco de mer dianggap pohon antik, ini tiada lain karena buahnya yang besar bahkan beratrnya mencapai 30 Kg. Coco de mer sendiri ada dua yakni jenis betina dan jantan, ini dibedakan dengan buah yang dihasilkan. “Kalau betina, buahnya mirip bokong wanita sedangkan jantan seperti punya pria itu hanya panjang,” ungkap seorang pemandu ketiga menemani rombongan Wagub Kaltim Hadi Mulyadi.
Karena buahnya yag aneh itulah, Coco de mer dilarang untuk dibawa ke luar Pulau Praslin atau Republik Seychelles. Warga Praslin sendiri akan mendapat hukuman berat, jika ketahuan melakukan penyeludupan Coco de mer.
Coco de mer menjadi tumbuhan misteri sekaligus legenda, berdasarkan literatur dan keterangan pemandu kami, untuk berbuah Coco de mer akan melakukan perkawinan bila sudah matang yakni Coco de mer wanita akan memberikan bau khas kepada Coco de mer jantan. “Entah bagaimana cara penyerbukannya yang pasti dalam Taman Nasional ini banyak Coco de mer yang berbuah lebat layaknya kelapa,” beber sang pemandu yang tampak antusias menerangkan buah Coco de mer yang bentuknya -maaf.
Bagi pengunjung Taman Nasional Praslin, rugi jika tidak berfoto dengan buah langka ini. Tidak saja kaum pria, pengunjung pria juga ikut berfoto ria dengan buah yang benar-benar bokong wanita demikian dengan jantan yang panjang dan bulat. (Syafranuddin/bersambung)
Gelorakan Cinta Tanah Air, Pemkab Kutim Gelar Apel Bela Negara
SANGATTA (11/12-2019)
Menggelorakan dan semangat cinta tanah air, Pemkab Kutim, Kamis pekan depan menggelar Peringatan Hari Bela Negara (HBN) 2019. Peringatan yang digelar dengan upacara itu, terang Kepala Bandan Kesbangpol Kutim, Abdul Kaderm dilaksanakan di Kantor Bupati Kutim dengan peserta upacara TNI – POLRI, ASN, Ormas Keagamaan, Organisasi Pemuda, Ormas, Pelajar dan Gabungan Organisasi Wanita. “Peringatan HBN Tahun 2019 ini merupakanmomentum untuk membangun kesadaran bela negara dimana menumbuhkan semangat kecintaan rakyat akan kedaulatan serta keutuhan NKRI sebagaimana amanah UUD 1945. Karenanya, peringatan HBN yang melibatkan banyak komponen masyarakat,” kata Abdul Kader.
Diakui, HBN menjadi salah satu cara menangkal berkembangnya paham radikalisme yang bisa mengancam keutuhan NKRI karenanya ada pembacaan ikrar bersama sebagai wujud bela negara. Usai mengikuti rapat persiapan yang dipimpin Sekda Irawansyah, diakui peringatan HBN digelar dengan latar belakang terbentuknya Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Sumatera Barat pada 1948 saat Ibukota Negara Yogyakarta jatuh ke tangan Belanda mengakibatkan “vacuum of Power” (kekosongan kekuasaan) dan dipindahkan ke Kota Bukittinggi, Sumatera Barat. Kerelaan dan semangat berkorban yang dilakukan masyarakat Sumatera Barati inilah yang menjadi latar belakang HBN. Peringatan HBN secara resmi dimulai sejak tahun 2006 lalu melalui Keputusan Presiden Nomor 28 Tahun 2006 Tentang Hari Bela Negara. “Peringatan HBN setiap tahun merupakan instruksi Kementerian Pertahanan. Kemudian diteruskan ke Kemendagri dan semua Kepala Daerah di seluruh Indonesia untuk melaksanakan upacara HBN,” terangnya seraya menambahkan akan ada sejumlah agenda peringatan yang disatukan dengan Peringatan HBN yakni peringatan Hari Nusantara. (ADV-KOMINFO)
BC Sangatta Deklarasikan Bebasa KKN
SANGATTA (11/12-2019)
Mewujudkan kantor yang bebas segala bentuk KKN, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Pabean (KPPBC TMP) C Sangatta, Selasa (10/12) lalu mulai melakukan penataan dalam berkarya dengan menyatakan sebagai Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM). Cita-cita mulia ini, diwujudkan dengan deklarasi dan pencanangan pembangunan zona integritas sekaligus penandatanganan fakta integritas dihadapan Bupati Ismunandar dan pejabat lainnya.
Deklarasi yang ditandai dengan pembacaan dan pembacaan deklarasi. Zona integritas, kata Kepala KPPBC Sangatta, Hari Murdianto menunjukkan komitmen KPPBC TMP C Sangatta melakukan reformasi birokrasi untuk menata sistem penyelenggaran pemerintahan yang efektif, efisien dan berintegritas guna meningkatkan pelayanan publik.
Bupati Ismunandar mengapresiasi deklarasi KPPBC TMP C Sangatta dan ia berharap pada instansi yang ada di Kutim bisa meniru dan benar-benar melakukan. “Masyarakat dan stakeholder di Kutim mendukung sikap Bea Cukai Sangatta ini, ini tiada lain agar tercipta pemerintahan yang bersih dan fokus pada pelayanan masyarakat,” kata Ismu.
Kepala KPPBC Sangatta, Hari Murdianto mengakui zona integritas ini adalah langkah awal. Sebelum masuk pada tahapan selanjutnya, yaitu Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan kemudian masuk lagi ketingkat lebih tinggi yaitu, WBBM. “ Apa yang dilakukan Bea Cukai Sangatta baru tahap awal pencanangan zona integritas agar pelayanan publik lebih baik dan transparan,” sebut Hari seraya menyatakan apa yang dilakukan jajarannya tidak sekedar serimonial.(SK4)
Tingkatkan Layanan Publik, Pemkab Kutim Satukan Wadah Pelayanan
SANGATTA (11/12-2019)
Memudahkan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan yang prima, Pemkab Kutim berencana menyatukan sejumlah pelayanan publik di Gedung Graha Expo (GE) yang berada di Jalan AW Syahrani Sangatta Utara.Penyatuan layanan ini, kata Kabid Perizinan dan Non Perizinan DPMPTSP Kutim Syaiful Ahmad, sesuai instruksi bupati guna percepatan unit pelayanan publik.
Menyatukan sejumlah layanan ini, kata Syaiful, oleh DPMPTSP ditindaklanjutu dengan melakukan Rakor bersama BPJS, PDAM, PLN, Imigrasi, Bea Cukai, Bapenda, Bankaltimtara, Disdukcapil serta Disnaker. Disebutjan, rencana percepatan penyatuan unit layanan publik ini diuji coba pada bulan Januari 2020 mendatang dipusatkan di area Gedung Graha Expo Center yang nantinya menjadi Mall Layanan Publik dengan koordinator PTSP yang tiada lain bagian dari kerja Online Single Submission (OSS). “Ini merupakan terobosan sesuai dengan intruksi Bupati Ismunandar bagaimana cara pelayanan publik yang profesional dipusatkan disatu tempat hasilnya warga tidak wira-wiri ataupun bolak-balik harus ke lokasi. Jika semua pelayanan berada disatu tempat otomatis pelayanan warga tidak terhambur. Tujuan layanan ke warga dapat cepat selesai,” jelasnya usai rapat, Selasa lalu.
Ditambahkan Syaiful, ia mengajak seluruh lembaga unit pelayanan publik yang berada di Kutim bisa mendukung program DPMPTSP menjadi satu kesatuan mewujudkan pelayanan publik satu tempat. Perlu digarisbawahi jika yang pindah hanya unit layanannya bukan kantornya. “Kami berharap melalui perwakilan BPJS, PDAM, PLN, Imigrasi, Bea Cukai, Bapenda, Bankaltimtara, Disdukcapil serta Disnaker bisa diajak bekerja sama dalam penyatuan unit layanan publik ini dapat terintegrasi. Nantinya DPMPTSP akan mempersiapkan fasilitas penunjang terutama jaringan listrik dan tentunya internet agar pelayanan seluruh instansi dapat berjalan maksimal,” paparnya.
Kepala Disdukcapil Janua HPLA menyambut baik rencana penyatuan tempat layanan publik yang digarap Pemkab Kutim, sehingga ia segera berkoordinasi dengan pusat pasalnya layanan publik Disdukcapil agar jaringan yang ada terkoneksi dengan pusat. “Disdukcapil mendukung dalam penggabungan seluruh unit layanan publik menjadi satu tempat di Graha Expo, kami akan melapor dulu terkait rencana pemindahan layanan ini,” katanya.
Sementara Yodi Hanidi dari Bea Cukai Wilayah Sangatta menyatakan instansinya mendukung, namun harus meminta ijin Bea Cukai pusat karena menyangkut sistem jaringan layanan yang diberikan. “Kami juga turut senang diberikan tempat yang cukup repsentatif oleh DPMPTSP di salah satu ruangan Graha Expo, kondisi Graha Expo itu nantinya menjadi bagian dari laporan ke pusat dan tentunya DPMPTSP terutama penyediaan fasilitas utama penunjang terutama komputer layanan Bea Cukai jika sudah siap,” bebernya.(ADV-KOMINFO)
Anjat Cendramata Wagub Hadi Kepada PT Esta Indonesia
SAMARINDA (11/12-2019)
Ada yang berbeda dari pertemuan Wagub Kaltim Hadi Mulyadi dengan jajaran PT Esta Indonesia Semarang, Selasa (11/12) kemarin. Kepada tuan rumah yang diwakili Nurul Rahmawaty - Kepala Quatilty Control, Wagub menyerahkan cendramata berupa anjat - tas warga Dayak yang terbuat dari rotan selain plakat Pemprov Kaltim.
Cendramata yang dibawa Kepala Biro Humas Pemprov Kaltim, M Syafarnuddin itu, sempat dijelaskan orang nomor dua di Pemprov Kaltim akan kegunaannya. “Ini tas atau ransel khas warga Dayak yang penggunaanya beragam tergantung bentuk dan besarnya, namun ketika warga Dayak memanen sarang walet di goa-goa maka yang digunakan anjat ini,” terang Wagub Hadi seraya memeragakan cara pemakaian tas yang terbuat dari rotan ini.
Mendengar penjelasan Wagub Hadi akan penggunaan anjat, Nurul yang mewakili manajemen PT Esta Indonesia sempat terkesan sehingga beberapa menit sempat mengamti buah tangan yang diserahkan Wagub Hadi Mulyadi ini. “Bagus sekali, ternyata bangsa kita sekali mempunyai ciri khas yang membanggakan,” kata wanita yang bertanggungjawab terhadap mutu ekspor sarang walet PT Esta Indonesia.
Wagub Hadi sendiri berniat bertandang ke PT Esta Indonesia Semarang, setelah mengetahui produksi sarang walet Kaltim mencapai ratusan ton setiap tahunya, sementara hasil penjualannya belum berdampak terhadap penerimaan daerah termasuk kesempatan kerja.
Bersama Kadispindag Kaltim Fuad Assadin, Kadis Peternakan Dadang Sudarya, Kadis Perkebunan Ujang Rahmad, Plt Kadis Pertanian, Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Balikpapan, Abd Rahman serta pejabat lainnya, Wagub Hadi mengaku terkesan dengan proses pengolahan sarang walet di PT Esta Indonesia.
“Pabriknya tak luas, ternyata sarang walet yang dikelola merupakan sarang walet dari Kaltim seperti Muara Badak, Paser. Karenanya, diharapkan di Kaltim kelak ada perusahaan seperti PT Esta Indonesia dan jika PT Esta mau membuka pabrik lagi di Kaltim, Pemprov Kaltim siap membantu karena banyak hal yang akan didapat daerah sepertu terbukanya lapangan kerja serta adanya penerimaan daerah melalui eskpor sarang walet,” terang Wagub Hadi Mulyadi.
PT Esta Indonesia salah satu perusahaan penyedian sarang walet bagi Cina, perusahaan yang mempunyai sejumlah rumah walet di Kaltim ini, tahun 2018 berhasil mengekspor sarang walet ke Cina sebanyak 13,6 ton kemudian tahun 2019 sudah mendekati 16 ton. “Semua ke Cina, saat ini belum bisa memenuhi permintaan Cina,” terang Nurul Rahmawati..(SK8)
Persiapan Arena Utama MTQ Hampir Rampung
SANGATTA (11/12-2019)
Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke 15 Kutai Timur (Kutim) dimulai Jumat (13/12) di Masjid Agung Al-Faruq Sangatta, semua kafilah Kamis besok sudah tiba di Sangatta. Persiapan untuk menggelar acara rutin setiap tahun ini, panitia penyelenggara terus mematangkan arena MTQ dan tempat digelarnya lomba. Koordinator Arena, Syamsuddin Sennang menerangkan pembangunan panggung sudah mencapai 60 persen.
“Arena utama sedang dilakukan finishing, tiinggal memasang karpet, ambal dan latar Ka’bahnya. Sementara arena lainnya sudah kita cek bersama dewan hakim komposisinya sudah mencapai 80 persen. Karena rata-rata gedung masih digunakan, kami targetkan Kamis (12/12) sudah siap semua,” terang Syamsuddin Sennang.
Disebutkan, panggung utama menjadi tempat pembukaan dan penutupan MTQ ke 15 Kutim sekaligus tempat pelaksanaan cabang lomba. Yakni Tilawah kategori dewasa, qira’at dewasa dan remaja serta cabang Tilawah Cacat Netra.
“Ada dua lokasi arena yang kami rubah, diganti menggunakan GOR SMAN 1 Sangatta Utara dan SDN 002 Sangatta Utara. Karena sarana pendukung yang tidak ada, seperti meja untuk lomba kaligrafi makanya kami berinisiatif menggeser lokasi ke arena tersebut,” tutur Syamsuddin Sennang.
Panitia telah menyiapkan 7 arena selama MTQ digelar yakni Masjid Agung Al Faruq sebagai pusat kegiatan MTQ Kutim. Kemudian Gedung TP PKK Bukit Pelangi digunakan untuk lomba Tartil, Tilawah anak-anak dan remaja. Sementara itu untuk Cabang Tahfidz dan Tafsir Qur’an digelar di Aula Masjid At Tabi’in di Jalan Margo Santoso V. Cabang Syarhil Qur’an di ruang Meranti Setkab Kutim. Selain itu ada juga Cabang Fahmil Qur’an digelar di GOR SMAN 1 Sangatta Utara.
Untuk Khatil Qur’an akan dilaksanakan di Gedung MTS Nurul Hikmah Jalan Hidayatullah Gg. Hikmah serta Cabang Musabaqah Makalah Quran (MMQ) di SDN 002 Sangatta Utara simpang tiga pendidikan.(ADV-KOMINFO)
Kunjungi PT Esta, Wagub Hadi Harapkan Di Kaltim Ada Pabrik Sarang...
SAMARINDA (10/12-2019)
Besarnya produksi sarang walet di Kaltim yang mencapai 177 ton hingga November lalu, Wagub Kaltim Hadi Mulyadi saat bertandang ke PT Esta Indonesia Semarang, Selasa (10/12) menaruh harapan di Kaltim ada perusahaan pengelolaan sarang walet.
Bersama Kadispindag Kaltim Fuad Assadin, Kadis Peternakan Dadang Sudarya, Kadis Perkebunan Ujang Rahmad, Plt Kadis Pertanian, Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Balikpapan, Abd Rahman serta pejabat lainnya, Hadi mengaku terkesan dengan proses pengolahan sarang walet di PT Esta Indonesia.
“Pabriknya tak luas, ternyata sarang walet yang dikelola merupakan sarang walet dari Kaltim seperti Muara Badak, Paser. Karenanya, diharapkan di Kaltim kelak ada perusahaan seperti PT Esta Indonesia dan jika PT Esta mau membuka pabrik lagi di Kaltim, Pemprov Kaltim siap membantu karena banyak hal yang akan didapat daerah sepertu terbukanya lapangan kerja serta adanya penerimaan daerah melalui eskpor sarang walet,” terang Wagub Hadi Mulyadi.
PT Esta Indonesia salah satu perusahaan penyedian sarang walet bagi Cina, perusahaan yang mempunyai sejumlah rumah walet di Kaltim ini, tahun 2018 berhasil mengekspor sarang walet ke Cina sebanyak 13,6 ton kemudian tahun 2019 sudah mendekati 16 ton. “Semua ke Cina, saat ini belum bisa memenuhi permintaan Cina,” terang Nurul Rahmawati - Kepala Quality Control PT Esta Indonesia.
Saat menerima rombongan Pemprov Kaltim, Nurul dengan detail menerangkan proses pembersihan sarang walet yang memperkerjakan 900 orang. “Semua perlu ketelitian dan kesabaran, karenanya yang bekerjas sebagian besar wanita terutama,” ungkap Nurul yang dengan setia mendampingi Wagub Hadi Mulyadi dan rombongan melakukan peninjauan.(SK8)
2 Warga Muara Ancalong Ditangkap
SANGATTA (10/12-2019)
Entah apa yang ada dalam benak Roj alais Jal (30) sehingga ia terlibat dalam penyalahgunaan sabu. Warga Muara Ancalong yang berstatus pegawai TK2D di sebuah unit OPD Pemkab Kutim ini, diamankan bersama Ca alias C (29) warga Desa Kelinjau Ulu Muara Ancalong.
Kapolres Kutim AKBP Indras Budi Purnomo bersama Kapolsek Muara Ancalong Iptu Maksum, Selasa (10/12) menerangkan penangkapan terhadap Roj dan Ca, berdasarkan informasi masyarakat yang mencurigai dengan gerak - gerik keduanya. “Ketika dilakukan penggerebekan, ternyata keduanya sedang ada di dalam rumah kemudian dilakukan penggeledahan ditemukan dua poket sabu dalam saku celana Ca,” terang kapolres.
Kepada petugas yang mengamankannya, Ca mengaku sebagai pemiliki sabu dan akan digunakan bersama Ro. Ca, ujar Kapolres Indras juga mengakui alat hisap sabu yang ditemukan juga miliknya.”Kini kasus narkoba yang melibatkan Ro dan Ca ini terus dikembangkan, karena polisi menduga mata rantainya,” timpal Kapolsek Muara Ancalong Iptu Maksum seraya menambahkan keduanya dijerat dengan UU Narkotika.(SK4)










