![]()
SANGATTA (26/7-2020)
Warga Rantau Pulung (Ranpul) kaget dengan temuan penyidik KPK dimana salah satu obyek proyek yang dijadikan bajakan oknum pejabat Pemkab Kutim, jalan Sangatta Utara ke Ranpul. Kekegatekan mereka beralasan, karena dalam dua tahun terakhir tidak ada perbaikan apapapun terhadap jalan yang menghubungkan kedua kecamatan.

“Dua tahun ini, sama sekali nggak ada perbaikan apa-apa, malah tambah rusak tapi yang saya dengar kalau jalan ini menjadi salah satu proyek yang uangnya dibagi-bagikan kepada oknum pejabat Pemkab Kutim hingga ditangkap KPK,” ujar Udin (48) warga Sangatta.
Kepada Suara Kutim.com yang melakukan peninjauan bersama sejumlah wartawan lainnya ke jalan sepanjang 40 Km ini, diakui Udin – sopir truk, perbaikan kecil-kecilan pernah dilakukan tapi tak bertahan lama kembali rusak terlebih ketika hujan tiba.
Hal senada dibenarkan Suarsono – warga Ranpul dan Asmauna – pedangang ikan kering, bahkan mereka melihat tidak ada perbaikan apapun selama ini. “Saya hampir setiap pekan ke Sangatta, tidak pernah melihat ada perbaikan apapun di jalan ini. Kalau kerusakannya bertambah ya ada,” ujar Suarsono.
Bagi Asmauna – kerusakan jalan kabupaten membuat aktifitas masyarakat terganggu terlebih bagi pedagang keliling. “Jalan Rantau Pulung – Sangatta ini merupakan jalan utama masyarakat baik menuju pedalaman Kutim bahkan ke Berau dan Bulungan, namu sayangnya kerusakan yang ada tampak dibiarkan saja dan tidak ada perbaikan apapun. Kondisi ini, sangat menganggu aktifitas masyarakat terutama bagi kami sebagai pedagang keliling karena biaya operasional jadi besar,” beber Asmauna yang setiap hari membawa ikan kering.
Pengamantan Suara Kutim.com, jalan yang disebut-sebut KPK sebagai salah satu proyek yang menyebabkan terjadinya kasus suap di Pemkab Kutim ini, kerusakannya terjadi hampir di sepanjang jalan. Bagi pengendara mobil, wajib hati-hati karena lubangnya cukup dalam.
Selama mengamati jalan rusak, Tim Suara Kutim.com sama sekali tidak menemukan papan proyek. Tidak jauh dari pemakaman umum Kabo, tim menemukan satu orang sedang memperbaiki jalan namun aksi warga Sangatta ini tidak terkait dengan proyek apa-apa kecuali ingin mencari amal agar orang bisa melewati dengan nyaman meski tak semulus jika diaspal.
Sekedar diketahui, pembangunan jalan kabupaten ini awalnya dilakukan pt kpc melalui dana csr, kemudian ditingkatkan pemkab kutim melalui program pembangunan infrastruktur jalan simpang kabo – adm tahun 2014 dengan nilai anggaran rp163,5 miliar.
Kemudian pada tahun 2020, Pemkab Kutim menggunakan dana alokasi khusus ( DAK) memprogramkan peningkatan kualitas jalan dengan cor agregat beton, sayangnya tidak diketahui dimana lokasi proyek senilai Rp9,6 miliar ini.(SK2/SK3/SK5)






