![]()
SANGATTA (28/12-2017)
Dua warga Sangatta Utara, saat ini mendapat perawatan khusus di RSU Kudungga Sangatta Utara. Keduanya diduga terkena difteri, namun masih dalam observasi. Pasien yang berusia 30 tahun dan 8 tahun ini, terang Direktur RSU Kudungga, Anik Istiyandari kini mendapat perawatan khusus sesuai standar WHO. “Kini pasien dirawat dalam kamar khusus dan tidak bisa dijenguk bebas, semua dalam pengawasan ketat,” terangnya ketika dihubungi via telepon, Kamis (28/12).
Kepada Suara Kutim.com, ia mengakui kedua pasien dirawat sejak beberapa hari lalu dan terus dilakukan oberservasi. Sebagai langkah awal, terangnya semua tenaga medis dan perawat yang ada di RSUD Kudungga secara bertahap mulai diberikan vaksin pencegahan difteri. “Kami mengharapkan masyarakat juga menjaga kondisi kesehatan tubuh dan kebersihan lingkungan, agar terhindar dari penularan difteri,” pesannya.
Lebih jauh, dijelaskan, deifteri terjadi akibat infeksi bakteri Corynebacterium diphtheriae yang menyerang selaput lendir pada hidung dan tenggorokan, serta terkadang dapat memengaruhi kulit.
Difteri, sebut wanita yang akrab disapa Anik ini, umumnya memiliki masa inkubasi atau rentang waktu sejak bakteri masuk ke tubuh hingga gejala muncul 2 hingga 5 hari seperti terbentuknya lapisan tipis berwarna abu-abu yang menutupi tenggorokan dan amandel, demam dan menggigil, sakit tenggorokan dan suara serak,sulit bernapas atau napas yang cepat,pembengkakan kelenjar limfe pada leher,lemas dan lelah. “Pilek yang awalnya cair, tapi lama-kelamaan menjadi kental dan terkadang bercampur darah,” ungkapnya.(SK2/SK3/SK12)






