
![]()
SAMARINDA (4/6-2020)
Gubernur Kaltim Isran Noor menyatakan laut Kaltim yang luas dan membentang di sepanjang Selat Makassar harus dijaga, jika tidak membuat negara mengalami kerugian besar dari aktifitas masyarakat yang tak berizin termasuk pencurian ikan oleh nelayan asing.
Saat menjamu Danlanal Balikpapan, Kolonel Laut (P) Andri Kristianto, Kamis (4/6) di ruang kerjanya, Isran yang pernah membantu Lanal Sangatta berupa kapal patroli, mengungkapkan kondisi laut Kutim sebelum beroperasinya Lanal Sangatta. “Waktu itu, kegiatan illegal di Kutim marak seperti penangkapan ikan dengan bom, racun, penyeludupan kayu hingga BBM namun ketika Lanal Sangatta hadir dan dibantu kapal patroli, kasus-kasus illegal mulai menurun,” terangnya.
Dalam audensi yang berlangsung santai itu, mantan Bupati Kutim ini juga menyebutkan dukungannya kepada TNI dalam mengamankan NKRI sekaligus meningkatkan kemampuan prajurit TNI dengan menyediakan areal latihan TNI di Sekerat – Bengalon.
Kolonel Laut (P) Andri Kristianto yang belum lama bertugas di Balikpapan, datang bersama Pasops Lanal Balikpapan Mayor Laut (P) Dwi Eko Ardianto, Pasintel Lanal Balikpapan Mayor Laut (P) Hartadi Eko Prasetyo, Dandenpomal Lanal Balikpapan Mayor Laut (PM) Andi Aziz, Danunit Intel Lanal Balikpapan Kapten Mar Rizki Apriansyah serta Danposal TNI AL Anggana Kapten Laut (P) Imam Mashuri.
“Selamat datang, silahturahmi salah satu bentuk komunikasi dan diharapkan Pemprov bersama Lanal Balikpapan selalu berkoordinasi. Kami siap dan perairan kita harus tetap terjaga dan aman dari berbagai kegiatan illegal maupun gangguan keamanan,” kata Isran Noor yang didampingi Karo Humas Setda Kaltim, Syafranuddin.
Kepada Gubernur Isran Noor, Kolonel Laut (P) Andri Kristianto menerangkan akan wilayah tugas Lanal Balikpapan dari Marangkayu – Kutai Kartanegara) hingga Tanah Grogot – Kabupaten Paser. “ Perairan Kaltim merupakan kawasan yang banyak dilewati kapal asing selain itu banyak terdapat obvitnas, dan saat ini dalam pencegahan Covid 19, Lanal Balikpapan melakukan pengawasan angkutan laut,” ujar Andri Kristianto.(SK8)





