![]()
SANGATTA (25/6-2020)
Minat ASN menjadi pejabat fungsional mulai meningkat, ini tiada lain seiring dengan rencana pemerintah menghapus jabatan adminitrasi atau pejabat esselon terkecual esselon dua. Gambaran mulai beralihnya sejumlah ASN untuk memangku Jabatan Fungsional (Jafun) ini terlihat sejumlah ASN dilantik Bupati Kutim Ismunandar untuk memegang sejumlah Jafun diantaranya 5 orang yang dilantik Kamis (25/6) masing-masing sebagai analis, pustakawan dan instruktur ketenagakerjaan di lingkungan Pemkab Kutim.
Mereka yang dilantik dan diambil sumpah oleh Bupati Ismunandar yakni adalah Mariati sebagai instruktur ahli muda, Hafid Adi Romansyah sebagai instruktur ahli pertama, Muhammad Faisal Rizal sebagai instruktur Mahir di unit kerja Disnakertrans Kutim. Rina Primadani sebagai analis kepegawaian ahli pertama di unit kerja BKPP Kutim Dan Beatrix Aprastia sebagai pustakawan trampil di unit kerja Dinas perpustakaan dan kearsipan Kutim.
“Saya mengucapkan selamat kepada saudara-saudara yang sudah dilantik. Mudah-mudahan bisa bekerja dengan baik. Tentu saja ini adalah amanah yang harus dijalankan,” kata orang nomor satu di Pemkab Kutim itu.
Ismu mengakui pejabat fungsional ini memiliki kelebihan yakni jika memiliki angka kredit poin baik dan di atas rata-rata, maka sekitar 2 sampai 3 tahun bisa naik jabatan seperti guru, banyak yang sudah golongan IV. Sebab itulah keistimewaan dari tenaga fungsional. “Jadi laksanakanlah tugas fungsi dan pokok saudara,” pesan Ismu.
Dalam pelantikan yang digelar di Ruang Tempudau itu,m diterapkan protokol kesehatan COVID-19 namun disaksikan sejumlah pejkabat diantaranya Sekda Irawansyah, Asisten Pemkesra Suko Buono, Asisten Ekobang Suroto, Kepala BKPP Kutim Zainuddin Aspan dan Kabag Pro Kompi Imam S Lutfi.(SK3)






