![]()
SANGATTA – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Tuah Benua (TTB) Kutai Timur tahun 2026 menorehkan prestasi gemilang dengan mencacatkan peningkatan status menjadi Perumdam dengan kategori Sedang.
“Mulai tahun (2026, red) ini, Perumdam Tirta Tuah Benua Kutim kini tercatat sebagai Perumdam dengan kategori Sedang. Hal ini setelah kita tercatat memiliki sambungan pelanggan air minum sebanyak 54.000 pelanggan,” ucap Direktur Utama (Dirut) Perumdam TTB Kutim, Suparjan kepada wartawan belum lama ini.
Dijelaskan, sebelumnya Perumdam TTB Kutim masih masuk dalam kategori kecil, dikarenakan jumlah pelanggan sambungan air minum masih di bawah 50.000 sambungan pelanggan.
“Alhamdulillah, sekarang kita sudah masuk dalam kategori Sedang, karena jumlah pelanggan sambungan air minum di atas 50.000 pelanggan. Penetapan kategori ini berdasarkan Permendagri No. 23 Tahun 2024 tentang Organ dan Kepegawaian Badan Usaha Milik Daerah Air Minum (BUMDAM),” ujar Suparjan.
Sebagaimana yang diatur dalam Permendagri No. 23 Tahun 2024, klasifikasi BUMDAM (Perumdam/Perseroda) di Indonesia berdasarkan jumlah pelanggan, dibagi menjadi 3 (tiga) kategori, yakni Kategori Kecil dengan maksimal 50.000 pelanggan, Kategori Sedang dengan 50.001 – 100.000 pelanggan, serta Kategori Besar dengan lebih dari 100.000 pelanggan.
Lanjut Suparjan, dengan masuk dalam kategori Sedang, Perumdam TTB Kutim juga harus menyesuaikan dengan regulasi dan aturan sebagaimana yang diatur dalam Permendagri tersebut. Mulai dari efisiensi operasional hingga akuntabilitas keuangan.
“Tentunya dengan berkategori Sedang, kita juga secara bertahap melakukan penyesuaian dengan aturan yang diatur dalam Permendagri tersebut. Mulai dari transparansi dan akuntabilitas, pembatasan pembiayaan hingga efisiensi operasional Perumdam. Bahkan jumlah dewan pengawas juga disesuaikan dengan jumlah direksi yang juga disesuaikan dengan rasio pendapatan dan belanja,” bebernya.
Lebih jauh dikatakan Suparjan, meski saat ini Perumdam TTB Kutim masih berorientasi sosial dalam mengambil peran di tengah-tengah masyarakat Kutai Timur, namun dirinya memastikan secara bertahap Perumdam TTB Kutim juga mulai menjadi salah satu motor penggerak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kutai Timur.
“Pastinya secara bertahap kita juga tengan bersiap menjadi salah satu motor dalam menghimpun PAD Kutim. Meski kita akui hingga saat ini Perumdam TTB Kutim masih berorientasi sosial kepada masyarakat. Kami juga berkomitmen dalam peningkatan layanan publik,” tutup Suparjan.(Red-SK/Adv)






