![]()
KUTAI TIMUR – Balai Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Keuangan Balikpapan bekerjasama dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMDes) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), menggelar workshop Optimalisasi Aset dan Potensi Desa untuk Pembangunan Berkelanjutan di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur selama dua hari, Kamis dan Jum’at (10-11 September 2026) di ruang Meranti Kantor Bupati Kutim, Sangatta Utara.
Kepala Balai Diklat Keuangan Balikpapan, Warid Sudarwanto dalam laporannya saat acara pembukaan workshop, menyebutkan jika kegiatan ini merupakan upaya dalam peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) aparatur desa, khususnya kepala desa (Kades).
”Worksop ini bertujuan untuk memberikan perspektif baru bagi para Kepala Desa dalam mengoptimalkan pengelolaan aset desa, menggerakkan partisipasi aktif masyarakat, serta merumuskan langkah-langkah strategis dan juga kongkrit yang berdampak nyata pada peningkatan perekonomian serta kesejahteraan masyarakat desa,” sebut Warid di hadapan tamu undangan dan peserta whorkshop, Kamis (10/9/2026).
Lanjut Warid, workshop ini akan dilaksanakan sebanyak 2 angkatan dalam dua hari pelakasanaan dengan total peserta sebanyak 139 orang yang merukana utusan dari 139 desa yang ada di Kutai Timur.
”Jadi pada hari ini (10/9) merupakan angkatan pertama dengan jumlah peserta 70 orang, sedangkan besok, Jumat (11/9) merupakan angkatan kedua pada kegiatan whorkshop ini, dengan mengundang sebanyak 69 orang peserta. Sehingga total seluruh desa di Kabupaten Kutai Timur sebanyak 139 desa diharapkan bisa hadir semuanya,” jelasnya.
Selama mengikuti whorkshop, para peserta akan dibekali materi yang akan disampaikan oleh sejumlah narasumber, yakni dari Badan Diklat Keuangan Balikpapan, Kanwil DJKN (Direktorat Jenderal Kekayaan Negara) Kaltimtara, serta sharing seasion dari Kelapa Desa Perangat Selatan.
Peserta juga akan mendapatkan sejumlah materi, yakni terkait identifikasi aset dan potensi desa, peningkatan partisipasi seluruh unsur desa di dalam mengembangkan aset dan potensi desa. Kemudian penyusunan roadmap atau peta jalan pengembangan potensi desa, serta materi yang terakhir adalah sesi sharing optimalisasi pengeloaan aset dan potensi desa.
”Kami berharap whorksop ini tidak hanya memberikan penguatan pemahaman tetapi juga prespektif plastis dan juga solusi atas berbagai permasalahan yang mungkin dihadapi para Kepala Desa di lapangan,” pungkas Warid.(Adv/*/SK)








